Keino menemui Aril selesai acara camping secara diam-diam agar tidak ketahuan kakaknya. Aril tersenyum melihat Keino yang telah menunggunya di tempat janjian. “Lama?” Tanya Aril. Keino melihat Aril tak percaya. Laki-laki yang biasanya berpenampilan wibawa itu terlihat seperti orang jalanan. Padahal ia baru meninggalkan Aril 4 hari yang lalu. “Rasya nggak ngizinin aku ketemu Gabriel.” Adu Aril frustasi. Terlebih ketika Aril melihat Rasya berjalan berdampingan dengan Bara dan Gabriel. Membuat hatinya semakin sakit dan perasaanya takut. Ia tak tau harus melakukan apa. Aril tak bisa berfikir jernih. Kesibukannya di kantor, masalah di rumah, lalu Rasya. Aril merasa gagal menjadi laki-laki sekarang. “Kak Rasya itu kalau udah marah susah buat di tenangin.” Kata Keino akhirnya. Aril men

