Setelah acara curhatannya tadi. Rasya melangkahkan kakinya berat kembali ke rumahnya. Tapi, sampai di rumah ia menjumpai Keino yang duduk di ruang tamu. Rasya tau sepertinya adiknya itu menungguinya. Rasya duduk disamping Keino menunggu adiknya itu berbicara. “Kenapa No?” Tanya Rasya akhirnya. “Kakak mending pindahin Gabriel ke TK yang lain.” Kata Keino setelah mengumpulkan keberaniannya. Rasya mengangkat satu alisnya. Kenapa lagi kali ini. Keino langsung menceritakan apa yang menimpa Gabriel kemaren sesuai perkataan Gabriel. Rasya cukup terkejut mendengarnya. Kenapa masalahnya tak selesai-selesai. Ia benar-benar lelah. Kemaren ia yang dapat masalah, lalu sekarang Gabriel. Mungkin besok Keino yang akan menerimanya. Rasya menghela nafas kasar. “Biar kakak urus besok.” Kata Rasya y

