Fani mendesah sambil menahan sakit di bahunya. Luka lebam yang dulu baru saja sembuh dan tadi pagi sudah lebam lagi karena semalam lagi-lagi Bimo memukulinya tanpa ampun. Fani berjalan pelan sambil memegang bahu dan menahan nyeri di sekujur tubuhnya. Tulangnya terasa remuk tapi dia memaksakan diri untuk tetap ke sekolah. Fani bukanlah orang yang sok kuat hingga memaksakan pergi ke sekolah dalam keadaan seperti ini. Fani hanya tidak ingin berada di rumah selama ada Bimo dan wanita sewaannya di sana. Fani juga tidak tau kenapa Bimo akhir-akhir ini sering pulang ke rumah. Ada rasa takut bagi Fani jika Bimo dalam keadaan mabuk dan hilang kendali tapi di sisi lain, Fani juga senang karena bagaimanapun sikap Bimo pada Fani, Bimo tetaplah Bimo. Ayah dan keluarga satu-satunya bagi Fani. Saking

