"Arsen." Suara berat dari sofa ruang tamu membuat langkah Arsen yang hendak keluar dari pintu rumah terhenti seketika. Arsen memutar tubuh dan menghela napas saat melihat Daniel sedang duduk dengan satu kaki di tumpu ke atas paha lain. Daniel sedang membaca koran pagi dan di meja sampingnya ada secangkir kopi hitam juga beberapa camilan yang menandakan jika Daniel sudah datang cukup lama. Arsen diam tak memulai pembicaraan, ia hanya menunggu Daniel bicara tapi yang ditunggu malah lebih memilih mementingkan membaca koran. Karena Daniel tak kunjung bicara, Arsen berbalik dan berniat meninggalkan Daniel begitu saja. "Arsen." Arsen menghela napas. Dia mengumpat dalam hati sebenarnya apa mau Daniel. Memanggil tanpa berkata sepatah katapun. Arsen kembali berbalik. Kini Daniel sudah meletak

