Fani terkesiap saat membuka pintu loker milik Arsen dan mendapati ratusan surat cinta yang bertumpuk berhamburan jatuh ke lantai. "Astaga!" pekik Fani terkejut. "Gue baru tau lokernya penuh dengan ginian, gue pikir di kelas doang dia dapet cokelat sama surat cinta, taunya di loker juga banyak." Fani menggelengkan kepala heran, tak habis pikir kenapa para siswi di sekolahnya sangat menggilai Arsen. "Benar-benar cowok famous," sindir Fani, mengoceh sendiri. Fani tadinya sudah berniat untuk segera pulang setelah bel berbunyi, tapi Eza mencegahnya dan meminta Fani untuk pulang bersama, memaksa Fani agar mau dia antar ke tempat Fani bekerja. Fani yang kebingungan mencari alasan untuk menolak tawaran Eza melihat ransel Arsen yang masih tergeletak di atas meja. Fani tidak tau kemana Arsen. Ars

