Arsen menatap antusias pada Fani yang datang dengan langkah malas di cafe milik Gavin. Mereka telah berjanji berkumpul di cafe tersebut sebelum berangkat. Gavin menjelaskan kepada Juna jika dua hari ke depan Fani akan ikut dengannya jadi Fani tidak akan bekerja dan memberitahu Juna agar tidak memotong gaji Fani. Juna sempat melayangkan protes tidak adil, lalu tiba-tiba bungkam. Mengerutkan dahi, menatap bergantian ke arah Fani, Gavin dan Arsen bergantian sebelum menggelengkan kepala sendiri. Mungkinkah? batin Juna sambil mengusap dagu. Pertama kali. Itulah yang ada di benak Juna saat ini mengingat Gavin tidak pernah peduli dengan gadis manapun kecuali Fani. Juna juga merasa jika perlakuan Gavin pada Fani sedikit istimewa. Tersadar, Juna menyentakkan kepala lantas menggelengkan kepala l

