Seminggu telah berlalu sejak kejadian di cafetaria. Arsen sama sekali tidak mengusik Fani maupun Alvaro, tapi masih ada orang yang tiap harinya dihajar oleh Arsen. Kebiasaan itu seolah mendarah daging dan menjadi kebiasaan Arsen di sekolah. Dan, Fani tetaplah Fani, menolong para korban setelah Arsen pergi. Bel tanda masuk telah berbunyi. Pak Seno memulai mata pelajaran di pagi hari ini dan semua murid menyimak dengan seksama. Meskipun ada beberapa yang kurang fokus atau lebih mementingkan membalas chat di HP secara diam-diam, atau nge-stalk gebetan di medsos, tak ubahnya kelas itu tetap tenang. Bahkan sebagian besar para perempuan yang duduk di meja bagian tengah ke belakang sibuk dengan kaca dan peralatan make up nya masing-masing. Ketenangan kelas itu terus berlanjut hingga lima belas

