Kenaikan Kelas (2)

2053 Kata

Untuk kesekian kali Fani berdiri menatap bayangannya di cermin. Seragam sekolah sudah melekat rapi di tubuhnya, namun pandangan mata Fani kosong. Fani terdiam cukup lama di depan cermin sebelum akhirnya tubuh Fani jatuh terduduk. Fani menekuk lututnya dan menenggelamkan wajah di antara kedua lututnya. Sambil memeluk erat kedua lutut, Fani mulai menangis. Awalnya pelan namun lama kelamaan tangisan itu berubah menjadi isakan keras. Pikiran Fani melayang ke kejadian semalam. Seperti biasa Fani pulang hampir dini hari karena lembur dan Bimo sudah ada di rumah menunggunya. Fani berjalan mundur ketakutan saat Bimo berjalan ke arahnya dengan seringaian ngeri di wajahnya. Sambil memegang sebotol alkohol di tangan kirinya, Bimo merangsek maju dan menjambak rambut Fani erat-erat sebelum akhirnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN