Arsen menuruni tangga rumah dengan cepat. Di bahu kanannya menggantung tas ransel yang tak berisi apapun. Sesampainya di bawah, Arsen segera menuju ruang makan, memakan roti sandwich lalu meneguk segelas s**u putih. Ia melirik jam tangan hitamnya sebelum mengelap mulut dengan selembar tisu. Begitu tak pedulinya Arsen dengan sekitar hingga ia tidak menyadari jika Danial dan Mitha sudah memperhatikannya di ruang keluarga sejak Arsen turun dari tangga sambil minum secangkir teh panas. "Arsenio." Arsen menoleh, sedikit terkejut saat tiba-tiba ada yang memanggilnya ketika ia lewat ruang keluarga hendak keluar rumah menuju sekolah. "Ada apa?" ucap Arsen dengan nada malas. Ia melirik ke arah Danial yang menyesap teh sambil membaca koran. Ekspresinya dingin seperti biasa. Sudah berbulan-bulan l

