Tau Semuanya

1539 Kata

Fani memaksakan kakinya untuk terus melangkah menuju kelas. Ia tahu suhu tubuhnya tinggi. Kepalanya bahkan terasa berat. Mencoba untuk tidak mengerang kesakitan, Fani terus berjalan. Sekujur tubuhnya terasa ingin remuk. Meskipun ia telah mengobatinya dengan salep dan menutupnya dengan cream khusus agar noda memarnya tersamarkan, tetap saja rasa sakit itu terasa. Bahkan semakin menjadi karena ia dalam kondisi tidak sehat. Sebenarnya bisa saja Fani memutuskan untuk tidak masuk sekolah tetapi adanya Bimo di rumah bersama seorang wanita penghibur membuat Fani tidak nyaman. Ia lebih suka masuk ke sekolah daripada menyaksikan sesuatu yang menyakiti hatinya. Dan hari ini ia sakit karena semalam selain memukulinya lagi karena mabuk, Bimo juga menyeretnya ke kamar mandi dan mengguyur tubuh Fani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN