Sah. Satu kata yang mewakili semua rasa dan cinta setiap manusia yang memilih jalan abadi untuk mengikat sebuah hubungan, kata yang mewakili kejadian yang akan selalu di kenang walaupun berpisah atau tiada sekalipun. Peristiwa sakral dan penuh kesungguhan tidak bisa di permainkan bahkan menyepelekan. Namun kali ini itu dilakukan oleh Rena, dia menemui takdir ikatan pasangan suami-istri karena keinginan semata, tanpa cinta rasa dan perasaan. Apa Rena patut di salahkan sepenuhnya? Mungkin iya, dan mungkin tidak, sebab ini sudah terlanjur melukai hati dan menutup mata dari dunia bahkan terang benderang sekalipun akan tetap menjadi gelap gulita. Para tamu sudah berlalu pergi satu persatu sejak beberapa jam lalu, kini tinggallah seluruh keluarga yang sedang duduk di ruang keluarga kediaman Gi

