Sayup-sayup angin menerpa rerumputan. Jalanan kayu yang menua memberi aroma, nyanyian burung yang tak pernah sumbang. Memberi harapan di ujung bukit kehidupan, dengan jurang penyesalan bertebing kegagalan, jembatan usaha dan doa menjadi jalan satu-satunya menuju bukit permata. Suasana begitu tegang menahan amarah dan berusaha sabar. Berbicara dengan orang yang tidak punya hati memanglah sulit, tapi jika bukan karena terdesak kita juga tidak akan mau berbicara dengannya. Seperti Tessa, dia sedang bicara dengan penuh kesabaran maksimal saat menghubungi Dimas sang mantan suami. Jika bukan karena Deon dia tidak akan sudi melakukan ini. "Kenapa kau memintaku? Apa ayah anak itu meninggalkan mu juga?" ucap Dimas di seberang sana dengan kata-kata nya yang menusuk hati Tessa karena dia meminta a

