Aku tak sepantasnya memiliki perasaan cemburu. Karena sejatinya kamu bukanlah milikku. Di malam yang tenang ini, lantunan suara ayat suci yang sengaja tadi sore pak Firman siapkan untukku terus saja aku putarkan berulang kali. Menemani malam panjangku hingga perlahan-lahan aku terlayang masuk ke dalam alam mimpi. Melihat sesosok laki-laki yang tengah berdiri menghadap cahaya terbitnya matahari, kontan menghipnotisku. Sejenak aku memerhatikan dengan sangat jelas siapa sosok tersebut. Akan tetapi semakin aku lihat, bias pandanganku ke arah wajahnya semakin memudar. Yang kutahu, ia seperti asik menikmati matahari pagi bersama seorang bayi laki-laki kecil dalam gendongannya. Suara senandungnya ikut terdengar di telingaku. Membuatku semakin terdiam. Menikmati senandung shalawat yang begit

