Bab 40

1407 Kata

Tanpa pernah kusadari sebelumnya, saat kedua mata ini sibuk menatapmu. Ternyata ada sepasang mata lain yang sibuk memerhatikanku.   Suara mesin yang digunakan untuk mengecek sosok yang ada di rahimku semakin kencang terdengar. Suara itu benar-benar memicu tangis bahagia dari sepasang manusia yang sudah lanjut usia. Ibu dan ayahku. Mereka berdualah yang menemani aku untuk mengecek kondisi kehamilan ini setelah menginjak usia 16 minggu. Atau sekitar 4 bulan. Walau usia kandunganku sudah mulai merangkak naik, tapi anehnya bentuk tubuhku sama sekali belum berubah. Hanya di bagian perut saja sudah mulai kelihatan sedikit. Jujur saja aku takut. Takut bila ternyata dia tidak mampu bertahan di dalam sana setelah kehilangan kembarannya beberapa waktu lalu. Tapi dokter yang dipilih pak Firman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN