Bab 23

1122 Kata

Aku belajar dari semua rasa ini. Rasa dimana harus melepaskan untuk bisa merasakan kelegaan di hati. Dan ada rasa yang harus dihilangkan demi bertahan menjalani semua ini.    Dari rumah sakit, aku dan pak Firman langsung bergegas menuju kantor setelah semalam adanya pergejolakan perasaan dalam hati ini. Mungkin hanya aku yang merasakan. Tapi diamnya pak Firman semakin membuatku bertanya-tanya, apakah dia juga merasa ada sesuatu hal aneh setelah dia mengucapkan semua kata-katanya itu. Selama perjalanan kami hanya diam. Aku tidak berniat membuka pembicaraan seperti sebelum-sebelumnya. Dan dia juga hanya sibuk mengemudi sambil sesekali aku merasa tangannya menyisir rambutnya ke belakang. Saat tiba di parkiran basement pun, dia sama sekali tidak berkata apapun untuk memintaku menunggunya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN