Bab 24

1462 Kata

Yang kutakutkan hanya satu. Aku mencintai seseorang yang tidak mungkin dipersatukan oleh takdir.   Melihatku menangis, sudah. Mendengarkan semua keluh kesah di hatiku, sudah. Menjadikan dirinya seperti supir pribadi, juga sudah. Sampai rasanya hatiku ingin menjerit, takut bila dia ditakdirkan Tuhan menjadi imam dalam hidupku. Sungguh itu sudah benar-benar keterlaluan. Namun aku bisa apalagi. Aku juga tidak ingin pak Firman mendengar semua keluh kesahku. Semua tangisan serta jeritan kesakitan hati yang kuucapkan benar-benar murni jika aku sudah tidak bisa menampungnya sendiri. Berbagi dengan Jek terus menerus rasanya aku pun tidak tega juga. Dia sudah terlalu baik. Dia bisa membuatku nyaman. Namun yang kutakutkan justru keadaan seperti itu. Biasanya perasaan nyaman selalu diikuti dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN