Pelik

1149 Kata

RINJANI   “Hari ini kami ke Sukamiskin.” Suara bang Anton terdengar lemah.   “Kamu yang bawa, Bang?” tanyaku, meski tidak melihat seraut wajah Bang Anton, aku tahu dia tengah bingung.   “Sampai kapan, Rin? Belum puas kamu bikin dia menderita gitu?”   “Gak sebanding dengan apa yang aku alami bertahun-tahun ini, Bang. Aku sudah menyerah dan memilih kebahagiaanku dengan cara lain. Biarkan dia, dan aku minta rahasiakan keberadaanku darinya.”   “Asal kamu tahu, Rin. Putra mau ke Thailand.”   “Ngapain, Bang?”   “Nyari kamu. Setelah paspornya selesai dia berangkat. Kamu jaga kesehatan disana, ya. Pulang jika memang kamu mau pulang. Bandung selalu merindukan kamu.”   “Rumahku di sini, Bang. Aku sudah nyaman berada di tempat ini, sekarang, dan mudah-mudahan selamanya.”   Tuhan mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN