Dua minggu berlalu, dua minggu itu pula Justin tidak pernah meninggalkan Evelyn. Mereka bahkan kerap tidur di satu ranjang yang sama. Tidak seperti malam-malam sebelum malam itu. Justin memperlakukan Evelyn seperti selayaknya seorang istri yang tengah mengandung anak mereka. Evelyn bahkan diberi ponsel, yang hampir penuh dengan game. Justin bilang, itu untuk membunuh bosan. Dan memang benar ampuh, semua game di sana sudah pernah Evelyn coba dan untuk mencapai level tinggi, tentu dengan bantuan Justin. Evelyn tidak merasa heran atas perubahan sikap Justin padanya. Karena ia tahu, pria itu, tengah mengejar waktu. Beberapa menit lagi, ia akan terbang ke New York. Melangsungkan upacara pernikahan dengan Bianca di sana besok, karena New York adalah pusat perusahaan Calvert Group dan B Corporat

