Lama setelah kepergian Bianca, Justin mengusap wajahnya kasar. Ia menarik kursi kerjanya dan meletakkannya kembali ke tempat semula, kemudian duduk di sana dengan emosi panas. Ia memijat pelan pangkal hidungnya, seakan hal itu dapat menghilangkan pening di kepalanya. Beralih pada bekal makan siang di atas meja, Justin menjadi sangat lapar. Tenaganya terkuras banyak bukan hanya karena fisik saja, tapi juga psikisnya. Kemudian ia meraih tempat bekal itu dan membukanya dengan pelan. Wajah Evelyn langsung terbayang di benaknya, sekalipun bekal ini diantar oleh Bianca. Tanpa sadar bekal serta bayangan itu membuat kerutan di dahi Justin hilang. Ia melihat dua potong sandwich di dalamnya kemudian tersenyum. Mengambil satu, Justin mengamatinya terlebih dahulu, dan lagi senyum di wajahnya terbe

