Sepuluh menit sudah berlalu semenjak mobil ini meninggalkan pekarangan mansion. Keheningan membentang panjang. Evelyn tidak tahu harus berkata apa, jadi dia hanya bisa diam sambil memandang ke arah luar kaca jendela mobil. Sedangkan Justin, pria itu merasa memang tidak ada yang harus dia katakan. Tidak tahan dengan ketidakpastian yang mengganggunya, Evelyn pun membuka mulut, bertanya dengan suara terbata, “Bu-bukankah kau ingin mengatakan sesuatu?” Justin menoleh ke samping, ke arah Evelyn yang sama sekali tidak menoleh padanya. Evelyn hanya menunduk menatap pada tangannya yang ia remas. “Nanti,” jawab Justin monoton. Evelyn hanya mampu menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan, mencoba menenangkan diri. Sedangkan tatapan Justin tidak kunjung teralih darinya. “Bagaimana keada

