Sudah hampir dua bulan Justin mengurung Evelyn di kamar. Evelyn merindukannya. Jangankan mencarinya, keluar kamar pun Evelyn harus izin. Pintu diketuk. Evelyn berjalan menjauhi jendela dengan pelan sembari memegang perutnya yang kian membesar. Membuka pintu, Evelyn melihat Richard membawa sebuah nampan, berisikan menu yang sama setiap harinya. “Sarapan anda, Nona Evelyn.” Evelyn tersenyum membalas kesopanan Richard. Padahal, Richard lebih tua darinya. Tangan Evelyn mengambil alih nampan yang disodorkan Richard. “Terimakasih,” gumamnya. Richard mengangguk. “Kalau begitu, nikmati sarapan anda,” katanya Richard tidak pergi, bahkan setelah Evelyn mengangguk mengiyakan sapaan ramahnya. Itu karena Evelyn pun tidak kunjung menjauh dari pintu, Richard ditugaskan Justin untuk selalu mengunc

