Evelyn berguling dari tengah ranjang ke tepi. Perlahan, mata biru lautnya terbuka, menatap kosong pada pintu kamarnya. Dia mengantuk dan letih. Evelyn kemudian bangkit dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi. Setelahnya, ia beralih ke jendela untuk membuka gordennya, tampaklah seberkas cahaya kuning emas di ufuk Timur, di mana langit di atasnya masih menggelap. Evelyn menguap seraya melangkah ke balkon kamarnya. Melipat kedua tangan dan mengistirahatkannya ke pagar pembatas balkon. Evelyn menyipitkan mata yang terasa berat, padahal dia sudah mencuci muka. Evelyn kembali menguap seraya memejam, tapi saat ia membuka mata, semuanya kemudian terasa jauh lebih jelas. Angin sejuk khas pagi hari menerpa wajahnya dan menerbangkan helaian rambutnya yang tergerai dan s

