Terlepas dari semua yang terasa menyiksa batinnya selama satu bulan ini, Evelyn merasa bersemangat. Hari ini adalah hari jadwalnya check up. Dan sebentar lagi, dia akan bertemu dengan Dokter Ellise yang saat ini sedang memeriksa pasien lainnya. Lama menunggu, Evelyn tidak henti-hentinya tersenyum sambil terus mengelus perutnya. Hingga akhir gilirannya pun tiba, Dokter Ellise memanggilnya. “Hi, Evelyn. Senang bertemu denganmu lagi,” sapa Dokter Ellise ramah yang dibalas Evelyn dengan senyum. “Kau datang sendiri?” tanya Dokter Ellise kemudian menoleh ke belakang Evelyn, mencari kehadiran Justin tentu saja. Senyum di wajah Evelyn menghilang. “Ya, aku sendiri. Justin sedang sibuk dengan pekerjaannya,” jawab Evelyn acuh seakan ia baik-baik saja. Sebenarnya, Evelyn tidak sendiri, dia data

