Pergi

1016 Kata

Asaki segera turun ke bawah saat perutnya mulai terasa lapar. Ia teringat pesan Asoka sebelum pemuda itu berangkat di kampus, ia telah menyiapkan semangkuk bubur ayam untuk Asaki. Tanpa di sadari sudut bibir Asaki terangkat ke atas saat melihat kertas kecil yang berada di dekat mangkuk bubur. "Selamat makan, semoga bubur ini bisa membuat kakak cepat dan semangat." Ada ucapan manis yang tertera di sana, dan di akhiri dengan tanda hati. Apa maksudnya ini? Asaki bertanya-tanya, hatinya merasa berbunga-bunga, tapi di sisi lain pikirannya menahannya, mengingatkannya untuk tidak terlalu merasa senang dulu sebelum semuanya pasti. Selalu saja begitu, kenapa harus ada rasa menyenangkan yang harus tertahan? Tidak bisakah ia merasa bahagia tanpa harus merasa khawatir? Asaki baru saja ingi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN