Kegelisahan Asaki

990 Kata

"Cobalah, enak tidak?" Asoka malah mengalihkan perhatian, seolah menghindari pertanyaan Asaki. Terlihat ada kesedihan yang coba Asoka sembunyikan di balik senyumnya. Namun Asaki memilih diam dan pura-pura tidak tahu. "Hum... Lumayan," ujarnya sembari mengunyah makanan yang ada di mulutnya. "Katakan dengan jelas, lumayan itu maksudnya enak atau tidak?" Tegas Asoka. "Ya... Dari satu sampai sepuluh, nilai masakanmu delapan, apa kau puas sekarang?" Keduanya lalu tersenyum. "Padahal aku ingin dapat nilai sepuluh dari kakak." "Baiklah, sekarang nilainya jadi seratus." "Hei... Kenapa cepat sekali berubah?" "Tidak, aku sengaja menambah nilainya karena kau sudah bersikap baik padaku. Terimakasih, ya?" Asaki mengatakannya dengan tulus. Ia senang jika seandainya Asoka sungguhan berubah, tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN