bc

DIPOLIGAMI SUAMI DINIKAHI BRONDONG SEXY

book_age18+
10
IKUTI
1K
BACA
family
HE
friends to lovers
heir/heiress
drama
lighthearted
kicking
like
intro-logo
Uraian

Rosa menikah 7 tahun dengan Bayu hidup harmonis akan tetapi di tahun ke 7 Bayu selingkuh dengan wanita lain yang dia bawa ke rumah. Bayu mengatakan itu sepupu jauhnya. Nyatanya tidak. Wanita bernama Wandha adalah istri Bayu. Rosa yang tidak terima Bayu Poligami memilih berceraiBayu tidak terima Rosa menceraikan dirinya. Bayu ingin Rosa menerima Wandha. Rosa kekeh bercerai dari Bayu karena dirinya tidak tahan dengan sikap Bayu yang memperlakukan dia seperti pembantu. Rosa yang berpisah dengan Bayu bertemu pria muda dan kaya juga sexy. Pria muda itu bernama Abimana. Bagaimana kisah perjalanan cinta Rosa dengan Abimana si brondong sexy? Yuk kepoin

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Menantu Tidak Tahu Diri
"Rosa, kamu masak apa?" tanya Bayu yang bersiap untuk bekerja. "Masak makanan kesukaan kamu. Ayo makan," jawab Rosa menyiapkan piring dan lainnya untuk Bayu. Bayu duduk dengan wajah malas. Dia menatap Rosa yang wajahnya kuyu. Bayu menghela napas melihat penampilan Rosa sudah seperti pembantu. "Rosa, kenapa kamu seperti ini? Apa kamu belum mandi? Lihat pakaian kamu itu. Pembantu saja lebih bergaya dan wangi dari kamu. Sedangkan kamu seperti gembel malah kamu diatas gembel tahu tidak." Bayu mendengus kesal dengan penampilan istrinya yang terlihat lusu dan matanya sakit melihat Rosa. Tidak ada sedikitpun menarik di diri Rosa. 7 tahun menikah tapi Rosa sudah terlihat berubah jauh dari yang dulu. Bentuk tubuhnya melar dan banyak noda hitam di wajahnya, rambutnya juga seperti tempat ayam bertelur. Bajunya juga pudar dan robek di beberapa tepat. Tapi, Rosa tidak peduli dan Bayu juga sama. Dia tidak memperhatikan Rosa hanya menuntut Rosa untuk memperhatikan dirinya saja. Rosa menatap Bayu yang menyamakan dia seperti gembel dan itu menyakitkan hatinya. Akan tetapi, Rosa memilih tersenyum menyimpan rasa sakitnya. "Aku itu sibuk di rumah. Aku harus urus rumah, mas. Mana sempat aku berdandan. Kamu tahu sendiri semua aku yang kerjakan. Kalau bukan aku siapa lagi. Adikmu sibuk kuliah, Mama juga sudah tua. Jadi, aku yang melakukan semuanya," jawab Rosa dengan suara lembut. "Sibuk katamu? Anak tidak ada. Dan juga rumah ini tidak besar juga. Dan aku kasih kamu uang semuanya. Kemana uang yang aku berikan? Kamu kasih ke ibu dan ayahmu itu, ya?" tanya Bayu yang sontak saja membuat Rosa menatap Bayu. Rosa tidak suka jika Bayu katakan kalau uang gajinya Bayu dia berikan ke orang tuanya. "Jangan fitnah kamu. Orang tuaku tidak sedikitpun memakan uangmu. Dan aku juga tidak berani berikan uang gajimu ke mereka. Bukannya kamu katakan tanpa izin darimu aku tidak boleh kasih apapun ke orang tuaku." "Jadi, buat apa aku kasih ke mereka. Lagian mereka juga sudah cukup malah lebih dari kita," jawab Rosa suara yang cukup tinggi dan berusaha membela ibunya dan ayahnya. Bayu yang tidak terima menghempaskan meja. Dia tidak terima Rosa menjawab pertanyaannya dengan nada seperti itu dan jawabannya Rosa seperti merendahkan dirinya. "Keterlaluan kamu. Beraninya kamu katakan itu kepadaku. Kamu menghina aku? Apa kurang perhatian aku ke kamu selama ini. Aku cukupi kebutuhan kamu tapi lihat kamu tidak terurus. Dan ini makanan yang kamu sajikan selalu tempe, tahu, ikan asin dan ini. Apa ini? Rosa, aku ini kerja di luar perlu gizi dan aku mati-matian bekerja untuk membuat aku kenyang tapi ini. Gila kamu," Bentak Bayu menoyor kepala Rosa. Bayu melemparkan makanan yang sudah disiapkan Rosa. Piring dan makanan yang sudah siap dimakan berhamburan di lantai. Rosa terkejut ymelihat makanan dan piring yang dibuang Bayu ke lantai. Dirinya tidak menyangka Bayu yang dulunya baik, lemah-lembut malah seperti ini. "Tega kamu, Mas. Kenapa kamu lakukan ini. Kenapa kamu tidak hargai apa yang aku masak, Mas. Kalau kamu mau makan enak kasih aku uang lebih. Ini tidak. Kamu kasih aku uang hanya 50 ribu untuk seminggu. Apa ini yang kamu katakan sudah memberikan aku uang lebih?" tanya Rosa dengan nada yang lebih suara tinggi. Bayu mendengar perkataan Rosa langsung memukul Rosa. Dia tidak terima jika Rosa mengeluarkan suara tinggi padanya. "Jangan membentakku. Ingat, aku imam di rumah ini. Kamu lupa, selama ini aku kasih kamu uang 5 juta sebulan bukan 50 ribu. Dasar istri tidak bersyukur. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran kamu, Rosa. Uang 5 juta kamu katakan 50 ribu. Sudah buta kamu?" tanya Bayu yang suaranya tak kalah tinggi. Rosa memegang pipinya. Tujuh tahun menikah baru hari ini dirinya dipukul Bayu. "Kamu menamparku, Mas? Selama ini kamu tidak pernah seperti ini. Kamu berjanji tidak akan memukulku tapi kenapa kamu memukulku. Kenapa?" tanya Rosa dengan suara teriakkan tinggi. "Itu karena kamu. Kamu yang memulainya. Kalau bukan karena kamu, aku tidak akan seperti ini. Lihat kamu Rosa, lihat. Aku jijik untuk akui kamu istriku. Kamu lihat itu tetangga kita dia memiliki istri yang cantik, bisa mengurus dirinya walaupun dia hanya penjaga toko biasa tapi istrinya bisa menyenangkan suami. Kalau kamu, cuih." Bayu menunjukkan ekspresi jijik ke dirinya. Hati Rosa makin sakit diperlakukan seperti itu. Dia yang tidak terima dengan sikap Bayu yang merendahkan dia. Tanpa dia sadari tangan Rosa melayang ke wajah Bayu hingga Bayu terkejut. "Kamu mau istrimu seperti itu. Maka penuhi kewajiban kamu. Uang yang kamu katakan 5 juta itu tanyakan ke ibumu. Tanyakan ke dia! Dia mengambil semua uang itu katanya kamu yang minta. Kamu juga katakan kasih uang 50 ribu ke aku karena aku boros. Apa kamu lupa itu, Bayu Pradana?" tanya Rosa meluapkan isi hatinya. Bayu kasih dia 5 juta tapi ibunya mendatangi dia dengan mengatakan kalau Bayu meminta dia menyerahkan uang ke ibunya saja. Jadi, uang gaji Bayu dia yang simpan dan untuk kebutuhan rumah dikasih 50 ribu. Jika dia minta akan dimarahin dan dikatakan ini itu. Akhirnya, dia menjual makanan milik tetangganya dan dikasih 10 ribu dari situlah Rosa bisa membeli kebutuhan sehari-hari dia. Seperti pakaian dalamnya yang sudah rusak. Dibeli dengan uang hasil dia menjual makanan milik tetangganya. "Jangan fitnah kamu. Dia itu ibuku dia tidak mungkin berkata seperti itu. Dan aku tidak pernah berkata seperti itu. Kamu ini sudah jelek sekarang kamu mau jadi istri pembohong ya. Aku antar ke rumah orang tuamu baru tahu kamu. Sudah muak aku denganmu," bentak Bayu lagi dan Bayu langsung pergi setelah mengatakan kalau dia akan diantar ke rumah orang tuanya. Rosa terpaku. Dirinya hanya termenung mendengar ucapan Bayu yang ingin mengantarkan dia ke rumah orang tuanya. Air mata Rosa luruh dia tidak bisa menahan air matanya yang sudah tergenang di pelupuk mata. Air mata itu mengalir seperti mata air. Sakit hati yang teramat dalam atas ucapan Bayu. "Kenapa dengan dia. Kenapa dia berkata seperti itu. Kenapa kamu tega denganku. Mana Bayu yang aku kenal dulu. Mana? Kenapa dia bersikap seolah-olah aku yang salah di sini. Padahal, aku hanya ingin katakan yang sebenarnya. Kenapa dia tidak percaya padaku," tangis Rosa pecah. Rosa terduduk di lantai meratapi nasibnya. Sakit ditampar mungkin tidak seberapa tapi ucapan yang keluar dari mulut sang suami lah yang membuat Rosa hancur. Istri mana yang bisa menerima di saat suami berkata seperti itu apalagi dibandingkan dengan istri orang lain dan mau diantar ke rumah orang tuanya. Rosa menangis sesengkukan. Rosa mengeluarkan semua pedihnya dengan air mata. Cukup lama Rosa menangis dan setelah puas menangis Rosa merapikan piring yang pecah dan makanan yang berserakan. Tentu saja makanan itu tidak bisa dia makan karena takutnya ada beling yang menempel di makanan tadi. "Kuatkan aku, Tuhan. Kuatkan aku menjalani hidup ini," ucap Rosa menguatkan dirinya karena siapa lagi yang akan menguatkan dirinya selain dia. Bukan Rosa tidak mau kembali ke rumah orang tuanya. Rosa tidak mau menjadi beban kedua orang tuanya. Terlebih lagi, pernikahan dia dan Bayu tidak direstui ayahnya. Kalau dia pulang tentu ayahnya akan mengejek dia. Lebih baik dia bertahan. "Rosa ... Rosa ... Mana ini anak. Dipanggil bukannya menyahut malah diam. Bisu apa dia. Rosa ...," teriak ibu mertua Rosa bernama Gita. Rosa yang melamun tersentak karena mendengar suara ibunya yang juga melempari dia dengan lap tangan kotor ke arahnya. Rosa mengepalkan tangannya dia menatap mertuanya dengan tajam. Rosa bangun dan menghadap ibu mertuanya ini. "Mana uang. Aku mau uang anakku. Enak saja kamu tidak berikan uang untukku. Adiknya Bayu itu mau bayar uang kuliah. Jadi, kamu harus kasih ke aku. Ayo sini. Kasih aku. Bayu pasti sudah kasih ke kamu 'kan?" tanya Bu Gita ke Rosa. "Uang? Aku tidak punya. Minta saja ke anakmu," jawab Rosa memalingkan wajahnya dan berjalan ke arah wastafel. "Menantu tidak tahu diri. Mati saja kamu sana. Aku itu minta uang anakku bukan uangmu. Apa kamu tidak dengar?" tanya Bu Gita dengan suara keras hingga suaranya menggelengar. Rosa hanya diam dan tidak peduli dengan mertuanya yang kejam dan egois itu. Sudah berkali-kali dia katakan tidak ada dan Bayu juga sudah tidak pernah kasih uang lagi sejak lima bulan terakhir ini. Kalau pun diminta jawabannya bayar cicilan mobil, bayar ini itu dan akhirnya dirinya tidak meminta lagi sampai detik ini. Tidak mendapatkan jawaban dari Rosa makin membuat Bu Gita murka. Napasnya naik turun melihat Rosa tidak peduli dengan dia. Dan akhirnya, Bu Gita punya cara untuk membuat Rosa jera. "Rosa, kamu yakin tidak mau kasih Mama uang? Kamu tidak takut kalau aku mengatakan sesuatu ke Bayu nanti. Kalau aku sudah katakan, kamu akan menyesal, Rosa. Nangis darah dan memohon di kakiku pun kamu tidak akan aku pedulikan." " Jadi, aku kasih kesempatan untuk kamu berpikir. Kasih aku uang atau ...." Bu Gita menghentikan ucapan menunggu Rosa mengemis kepadanya untuk tidak mengadu ke Bayu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.1K
bc

Revenge

read
36.2K
bc

I Love You Dad

read
295.6K
bc

SECRET LOVE AFFAIR (Dikejar Duda Posesif)

read
27.3K
bc

Putri Korban dan Janji Gelap Sang CEO

read
5.6K
bc

The CEO's Little Wife

read
682.8K
bc

Pak Bos Duda Jadi Jodohku

read
33.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook