Adel sedang menangis di atas pusaran kedua orang tua nya, dia tidak tahu harus berlari kemana, dia tidak tahu harus berbagi rasa sakit ini kepada siapa, dirinya merasa sendiri, ini benar-benar menyesakkan untuk nya. "Assalamualaikum, Pa, Ma!" Lirihnya dengan suara yang di iringi isak tangis. "Maaf, Adel baru datang berkunjung kesini" Ucap nya kembali dengan tangis yang menyesakkan. "Ma, hiks. Mama tau, Adel sering bermimpi jika suatu hari nanti Adel menikah, Adel ingin seperti Mama, yang selalu di istimewakan dan diutamakan oleh, Papa, dilimpahi begitu banyak kasih sayang oleh suami, seperti Mama yang selalu dilimpahi begitu banyak kasih sayang oleh Papa, dicintai dengan tulus oleh Papa, dan" lirihnya dengan rasa sesak di d**a "Dan, Adel inginkan itu dari suami Adel kelak, Ma. Itulah mi

