Pilih Kata Hatimu bukan Orang lain, Karena Hatimu tak akan membuatmu salah.
Arabella.
~
~
Kesempurnaannya mendapat nilai A saat membuat praktikum kemarin, media prakarya Abel masuk dalam daftar viral hits di Mading sekolah.
Foto hasil prakarya biologinya kini menghiasi di papan Mading.
Semua itu berkat permintaan dari bu Windy karena milik Abel masuk dalam kategori karya sempurna.
Bahkan belum ada yang mendapatkan nilai sempurna dari bu Windy.
Banyak siswa-siswi yang begitu penasaran hanya untuk sedekar melihat seperti apa hasil karya milik Abel.
"Wahh prakarya elo ngetop Bell, lagi ngehits di Mading."seloroh Dekka.
Abel mengernyit tak paham.
"Maksudnya prakarya biologi, kok aku enggak ngerti Dekk."
"gak tau yah gue juga belom lihat mading, nanti istirahat aja kita mampir mading."
"Hemmb."
Kini dikelas Abel mendapatkan jam kosong, bukan hal yang tidak mungkin terjadi karena minggu depan sudah memasuki Ujian Nasional bagi kelas XII.
Meskipun Jamkos masing-masing kelas dipastikan mendapatkan tugas dari guru mata pelajarannya.
Ditengah mengerjakan tugas, kelas Abel dimasuki beberapa siswa, yang diketahui adalah anggota OSIS, ada sekitar 7 kakak kelas masuk.
"Permisi maaf mengganggu sebentar, mohon perhatiannya."Ucap salah satu dari mereka.
"Kami perwakilan dari OSIS akan mengumumkan anggota OSIS baru yang terpilih mohon maju bagi yang dipanggil.7"kali ini giliran Daffa selaku Ketua OSIS yang berbicara.
"Dari kelas X-4 Cindy Jesika, Arvina Dian, Sakti Adam. Yang mendapatkan jalur prestasi Arabella Triesna." lanjut Daffa.
Metta yang tidak disebutkan namanya, terkejut saat mendengar justru Abel yang disebut namanya..
Tidak diragukan lagi banyak spekulasi yang dipikirkannya.
Abel pun tidak tahu menahu dengan proses penyaringan anggota OSIS.
"Mohon maaf kak, maaf saya tidak mengajukan diri menjadi OSIS kenapa nama saya tercantum." tanya Abel dengan mengangkat tangan.
"Ini pengajuan dari beberapa guru untuk memasukan kamu dalam jalur prestasi."jawab Daffa.
"Sebelumnya saya juga minta maaf, bukan bermaksud tidak menghargai, namun saya bukan tidak mempunyai alasan untuk menolak menjadi anggota OSIS. Saya memiliki kesibukan diluar jam sekolah, sehingga saya tidak mempunyai waktu luang dikegiatan sekolah."jelas Abel.
Daffa dan para anggota OSIS lainnya berdiskusi untuk mengambil kesimpulan apa yang disampaikan Abel.
Bahkan beberapa dari mereka juga sedikit tak paham apa yang dikatakan Abel.
"Jadi kamu menolak untuk menjadi anggota OSIS meskipun mendapatkan dukungan dari guru."Tanya Sierly Inti OSIS.
"Untuk saat ini saya belum bisa bergabung kak, jadi mohon dipertimbangkan lagi. bukankah seharusnya anggota OSIS terpilih berdasarkan persetujuan dari pihaknya langsung. Dengan kata lain saat ini saya belum mampu mendapatkan penghargaan tersebut dari dewan guru. terima kasih." jawab Abel.
Para kakak OSIS bahkan menganga mendengar ucapan Abel, mungkin sebagian tengah memiliki pemikiran masing-masing.
"Gimana ini Daf, gue speechless nihh mau jawab Abel."
"Seharusnya kita kesini tadi bawa kamus besar Indonesia."
"Emang kalian pada begok semua sihh"
"Makanya punya otak dipake buat belajar biat pinteran dikit."
"Elo yang pinter aja kicep bingung mau jawab itu adek kelas."
Sahutan-sahutan dari para OSIS bahkan terdengar ditelinga Abel dan teman-temannya.
"Mas-mbak atuh monggo dijawab dulu si Abel nya, jangan dianggurin gitu."ceplos Yandi.
Abel menoleh ke arah Yandi, kemudian ke arah sahabatnya.
"Kak dikonsulkan ke dewan guru yang mengajukan saya untuk menjadi OSIS. Saya bersedia jika esok dipanggil untuk menjelaskan alasan saya tidak menerimanya."sahut Abel.
"Baiklah saya ajukan permohonan kamu kepada dewan guru, untuk hasilnya nanti akan dirapatkan lagi. Terima kasih atas perhatiannya." Pamit Daffa.
Para anggota OSIS mengikutinya keluar dari kelas Abel.
"Lahh kok elo gak masuk Met." ucap Cindy
Baru Abel sadari ternyata nama Metta tidak masuk dalam daftar anggota OSIS terpilih, jika dia tahu mungkin dia memilih akan menukarkan namanya dengan Metta.
Abel berfikir keras apakah ada solusi untuk mendapatkan kesempatan bagi Metta.
Dia menuliskan memo kepada Dekka, tidak mungkin jika mereka berdua berbicara sekarang.
"Dekk, aku baru sadar kalau Metta gak masuk OSIS. Menurut kamu kalau aku tukar kesempatan ku menjadi OSIS untuk Metta apa bisa."
Dekka membaca note dari Abel lalu menoleh kearahnya, mereka saling berpandangan.
Lalu dia berfikir sebentar kemudian menuliskan balasan kepada Abel.
"Coba kamu datangin kak Daffa langsung mungkin ada solusi dari dia."
Abel memandang sahabatnya, lalu menuliskan note kepada BG.
"Nanti minta tolong anterin ke tempat kak Daffa bisa."
BG menerima note Abel, membaca lalu mengangguk. Mereka melanjutkan mengerjakan tugas mereka kembali.
Setelah jam istirahat Abel mendapatkan jamkos kembali dan beruntung tugasnya dikumpulkan minggu depan.
Akhirnya Abel dan BG sepakat keluar menuju keruangan OSIS mencari Daffa.
Sampai diruangan OSIS mereka disambut beberapa anggota OSIS termasuk Sierly yang tadi ikut masuk kedalam kelas Abel.
"Permisi kak boleh saya bertemu dengan Kak Daffa, saya mau menyampaikan sesuatu."ucap Abel pada mereka.
"Boleh elo tunggu bentar dia lagi ngambil HP dikelasnya bentar lagi balik"sahut Sierly.
Sampai 15 menit kemudian.
Terlihat Daffa sedang berjalan menuju ke ruangan OSIS sambil mengoperasikan HP nya.
Terlihat Daffa terkejut saat mendapati Abel didepannya.
"Kak."
Daffa paham, dia langsung mengajaknya ke dalam ruangan dan meminta anggota OSIS lainnya untuk meninggalkan mereka.
Bahkan BG pun rela menunggunya didepan ruang OSIS.
"Jadi ada apa Bell.??"
Abel menghela nafas panjang.
"Kak, Benar saya tidak menerima untuk pencalonan anggota OSIS, tapi jikalau saya meminta untuk di gantikan ke teman saya apa bisa."
"jadi kamu menolak karena kamu ingin menukar dengan teman kamu."
"Sejujurnya memang saya tidak menerima keputusan dari dewan guru kak, baru saya sadar bahwa teman saya tidak lolos. Dan saya terpikirkan itu. Untuk alasan saya tidak bisa berkegiatan, karena saya sedang pelatihan menulis, kontrak menulis saya sampai akhir tahun kak. Saya ingin fokus pada satu kegiatan dulu."
"Baiklah akan gue pertimbangkan, tapi gue punya satu permintaan."
"Permintaan..!!"
"He,emmbb."
"Seperti syarat begitukan maksudnya."
Daffa mengangguk, Abel tengah berfikir sebentar.
"Jika syaratnya mutlak tapi teman saya bisa masuk dalam daftar anggota OSIS, aku terima dengan catatan tidak akan mengganggu kegiatan saya."lanjut Abel.
Daffa tersenyum dan mengulurkan tangan tanda terima kesepakatan.
"Syaratnya jika OSIS meminta bantuan kamu, kamu harus siap membantu kami."
Abel berfikir ulang, takut-takut kalau Daffa menjebaknya.
Abel meminta kertas padanya, lalu menuliskan catatan.
Tanda Persetujuan
Dengan ini saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Arabella T. kelas X-4
Menyatakan bersedia membantu kegiatan OSIS diluar aktivitas saya yang lain. Tidak akan ada paksaan dari pihak OSIS jika saya sedang berhalangan.
TTD
Arabella
Daffa
*
*
"Yakin kakak setuju."tanya Abel mengulanginya.
"Kalau kamu yang buat, gue yakin gak ada yang salah."jawab Daffa.
Persetujuan itu telah ditanda tangani berdua dengan ketua OSIS Daffa.
Abel tersenyum, semoga usahanya membuat sahabatnya juga mendapatkan a good day.