Hai..hai..hai..
Para readers aku ucapin terima kasih masih setia sama ErenKaaaaa..
Sudah tap love dan koment belum, buruan dipencet lopenya, mampir juga di Yt ErenKa Studio klik loncengnya karena short video MPAA Scene Bagaskara perebutan kapten basket sudah upload yahh, dan biar kalian nggak ketinggalan scene2 lainnya.
MPAA akan up 2x seminggu yah guys, jadi jangan kangen.. Karena Thor lagi bagi sama cerita yang lainnya.
Kedepan juga akan semakin seru dengan konflik-konflik Receh yang bikin semakin gemeesh so terus pantau yah..
Happy reading guys...
Dijamin tambah nyesekk..
Dan ditunggu juga di YT ErenKa Studio akan ada short 17th Abel.
Masih di Putih Abu-abu
~~~~~~~~~~~~••~~~~~~~~~~~~~
Tiup lilin dan potong kue selesai, kini tiba acara ramah tamah, dan malam ini Abel akan menyanyikan beberapa lagu.
Sebelum penampilannya Abel pun mengucapkan banyak terima kasih pada tamu yang datang karena mereka semua pilihan, meskipun tak ada keberadaan orang spesialnya.
"Untuk semua Hadirin yang sudah datang, Bapak -bapak, ibu- ibu, Tante Om, dan teman Abel terima kasih sudah meluangkan waktu untuk hadir. Hemmm karena semua sudah menyempatkan waktunya Abel kasih hadiah. Semoga terhibur." ucap Abel.
Abel menyanyikan lagu Cendol Dawet, kemudian Mendung tanpo Udan, terakhir dia menyanyikan lagu Pesan terakhir.
T'lah kucoba t'rus bertahan
Tentang cinta yang kurasa
Ku mencinta, kau tak cinta
Tak sanggup ku terus bertahan
Sadar ku tak berhak untuk terus memaksamu
Memaksamu mencintaiku sepenuh hati
Aku 'kan berusaha untuk melupakanmu
Tapi terimalah permintaan terakhirku
Genggam tanganku, sayang
Dekat denganku, peluk diriku
Berdiri tegak di depan aku
Cium keningku 'tuk yang terakhir
Ku 'kan menghilang jauh darimu
Tak terlihat sehelai rambut pun
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu, ho-oh
Ku tak membencimu
Kuharap kau pun begitu, ha-ah (kuharap begitu), yeah, yeay
Tak ingin kau jauh
Tapi takdir menginginkan kita 'tuk berpisah
Genggam tanganku, sayang
Dekat denganku, peluk diriku
Berdiri tegak di depan aku
Cium keningku 'tuk yang terakhir
Ku 'kan menghilang jauh darimu
Tak terlihat sehelai rambut pun
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu
Ho-oh
(Dekat denganku, peluk diriku) Oh-oh
(Berdiri tegak di depan aku)
(Cium keningku 'tuk) yang terakhir
Ku 'kan menghilang jauh darimu
Tak terlihat sehelai rambut pun
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu
Tapi di mana nanti kau terluka
Cari aku, ku ada untukmu
~•~
Lagu dari Lyodra ditutup dengan suara merdu Abel, para tamu undangan pun ikut larut.
Airin mengabadikannya dengan mengunggah video Abel saat menyanyikan lagu pesan terakhir.
Sungguh Abel sangat menghayati, memang mengingat suasana hatinya yang sedang sendu, namun tak ingin lupa jika sekarang sedang berbahagia karena acara syukuran yang diadakan oleh sang ayah.
"Bell sini nak." panggil ayah pada Abel yang ingin memperkenalkan teman ayah padanya, Abel menoleh lalu tersenyum mengampiri sang ayah dan temannya.
"Hallo Anak Cantik ya ampun sudah besar." ucap seorang ibu paruh baya pada Abel.
"Terima kasih tante."
"Sama -sama sayank dulu tante ketemu masih umur 2 tahun yah, pas Darren umur 4 tahun yah kan Pa, pak Raharjo." sahutnya.
"Ini Bapak dan Ibu Julian, dulu komandan Ayah sekarang menjabat di Jakarta Bell. Nah Abel dulu sering sama Ibu Julian karena beliau pingin punya anak Gadis." jelas ayah, Abel pun hanya tersenyum menanggapinya.
"Iyaaa, anak tante laki semua dulu pingin punya yang imut- imut gini. Sekarang kelas berapa." tanya bu Julian.
"Kelas Sebelas tante baru naik kelas." jawab Abel.
"Ahh iyaa, Darren juga baru masuk kuliah. Mana yah pa si Darren, Ahh tadi masih ke toilet katanya." ucap bu Julian.
Sementara sang bapak lagi mengobrol, Abel dan ibu Julian pun sama tak lama seseorang menghampiri.
"Ma, yuk pulang dah malam."
"Lahh ini dia, Abel ini Darren putra kedua tante. Sebentar lagi yah boy."
"Arabella."
"Darren."
Abel menjabat tangan Darren, dan Darren pun tak menyahuti lagi, namun tak bisa dipungkiri Darren sedikit curi -curi pandang pada Abel walau mereka tengah bersama mendengarkan obrolan para orang tua.
"Bell, Ai pulang dulu yahh." pamit Airin pada Abel karena memang sudah malam.
"Okeyy, mamaci yah, See you tomorrow, Angga, Devan." jawab Abel.
"You too my baby Abel." jawab Devan.
"Bye, jangan lupa besok ada tamu." sahut Airin lalu mereka bertiga berpamitan pada ayah dan bunda Abel.
Sedari tadi Abel berinteraksi dengan temannya Darren terus memperhatikan dalam diam.
"Tamu apa Bell, kata Ai tadi." sela bunda sambil mendengar obrolan ayah dan koleganya.
"Kunjungan dari Mahasiswa Luar bun, Abel yang nyambut soalnya." jawab Abel.
"Owwwh, jadi yang Abel translator 5 bahasa itu." sahut bunda Abel mengangguk.
"Wahh sudah cantik, baik pinter luar biasa yahh." sahut bu Julian.
"Ahh, enggak bu karena Abel memang sering ikut les bahasa, katanya pengen kuliah public relation inshaalloh." jawab bunda.
"Bagus tuhh bu raharjo, kalau gak pinter pasti gak mampu berkembang, jadi pengen jadiin mantu." ucap bu Julian yang membuat Darren menyorot tajam sang ibu.
Sedangkan Bapak- bapaknya hanya tertawa mendengar perbincangan para ibu.
Abel dan Darren tak terlibat perbincangan, bukannya canggung tapi Abel hanya menyikapi biasa, lalu dia berpamitan untuk menjamu teman dan tamu lainnya karena Abel merasa tak nyaman terus dipandangi Darren.
Malam semakin larut, para tamu undangan sudah mulai berkurang bersisa para tetangga sekitar karena bergiliran dengan kolega dari ayah Abel cukup banyak sedangkan Arkana dia sudah larut dalam mimpi indahnya semenjak acara ramah tamah.
Sedangkan di tempat lain, BG yang sedang melihat postingan status Airin terus berulang membuka video itu. Bukan dia lupa hari ini Ultah Abel, namun dia tak menyadari jika pesan yang dikirim ke Abel tak akan bisa direspon Abel.
"Kenapa 1 minggu ini kamu susah dihubungi." bathin BG.
Sementara itu Riki yang sedang bersama BG pun menanggapi temannya yang sedari tadi tak lepas dari Ponselnya hanya untuk memandang video Abel.
"Kenapa loe, udah berapa ratus itu video loe tonton." ucap Riki.
"Hemmmb, kenapa harus nyanyi lagu ini." jawab BG lirih.
"Boleh gue kasih tau, mungkin aja Abel tau loe suka nganter itu si kucing betina, dan loe masih ingat komitmen kalian berdua kan." ucap Riki yang sontak membuat BG dadahnya terasa berdebar.
BG tak sadar melakukan kesalahn, walaupun itu tak terfikirkannya.
"Loe gak sadar tapi jika Abel menganggap salah bisa apa loe, Bubar satu kata itu mungkin kelar hubungan loe dan jangan salahkan Abel jika dia menghindar." lanjut Riki menyadarkan BG.
Seketika otak BG memflashback semua perkataan Abel dan dia teringat satu kalimat.
"Berjanjilah akan seperti ini terus yah, jangan pernah berubah."
"Aku akan berubah jika itu berawal dari dirimu, maka ingatlah satu hal ini."
Dia lalu bergegas memencet tombol gagang telphon namun tidak ada nada sambung disana, hanya suara kehampaan.
BG menghela nafas panjang menyadari kenyataan kemungkinan Abel memblok nomornya.
"Kenapa, diblokir.. hemmb baru nyadar, kemarin- kemarin loe ditempelin jin betina diam aja. Sekarang udah Abel ngehindar loe bingung dah lahh nikmati." sahut Riki.
Pikiran BG melayang kemana -mana mencari cara agar bisa menyelesaikan, besok harus kutemui.
Keesokan Harinya..
BG mondar- mandir didepan kelas Abel, berniat menjumpai gadis itu, nihil nampak Abel belum datang.
"Ehh Ai, loe lihat Abel." tanya BG
"Ngapain nanya -nanya ada perlu kek nya gak masuk dia kecapekan." jawab Airin ketus.
"Gue telp dan chat gak bisa Ai." jawab BG.
"Sejak kapan loe ingat Abel hahh, loe sudah asyik sama mainan baru kan lupain Abel. Lagian nomor kalian udah pada gak bisa masuk karena hape Abel sudah di privat dan jika enggak dicantumkan nomornya loe gak bisa tembus itu pertahanan bang Alvin ajudan Abel." jelas Airin panjang lebar, seketika membuat BG lemas.
"Maksud loe apa Ai, gue masih ingat Abel sampai kapan pun." sahut BG.
"Sorry gue gak ada waktu dengar bualan loe, inget satu hal si marmut betina itu udah nyebarin kalau kalian dekat asal loe tau. Makanya punya mata lihat, punya kuping dengar sekarang loe bongkar sampah untuk mencari tempat berlian ya jelas gak nemu, karena tempat Abel bukan dipinggir kali kayak gandengan baru elo itu." ujar Airin kasar lalu pergi meninggalkan BG yang masih syok.
Riki yang melihat BG termenung segera mengajaknya meninggalkan kelas Abel, karena teman sekelas Abel menunjukkan raut tak bersahabatnya.
Tak lama pergi masih dalam jarak cukup dekat, BG mendengar teriakan yang cukup membuatnya semakin sesak.
Hepi besdaay to you, hepi besdaay to you, hepi besday my baby Abel, Hepi besday to you.
Nyanyian dari teman sekelas Abel saat melihat Abel masuk dikoridor sekolah sontak membuat heboh sekitar, apalagi ini hari senin banyak yang sedang menunggu upacara.
"Sudah lah Gas, selesaikan kalau waktunya tepat, Biarkan Abel begini dulu." ucap Riki menenangkan sahabatnya itu.
Terdengar helaan nafas berat BG, memang benar mungkin tak tepat jika mereka berbicara sekarang.
*
*
Kesepakatan bersama kita hanya sampai sini, Kuperingatkan "Aku akan berubah jika itu berawal dari dirimu, maka ingatlah satu hal ini."
Arabella