Hai..hai..hai..
Para readers aku ucapin terima kasih masih setia sama ErenKaaaaa..
Sudah tap love dan koment belum, buruan dipencet lopenya, mampir juga di Yt ErenKa Studio klik loncengnya karena short video MPAA Scene Bagaskara perebutan kapten basket sudah upload yahh, dan biar kalian nggak ketinggalan scene2 lainnya.
MPAA akan up 2x seminggu yah guys, jadi jangan kangen.. Karena Thor lagi bagi sama cerita yang lainnya.
Kedepan juga akan semakin seru dengan konflik-konflik Receh yang bikin semakin gemeesh so terus pantau yah..
Happy reading guys...
Dijamin tambah nyesekk..
Masih di Putih Abu-abu
~~~~~~~~~~~~••~~~~~~~~~~~~~
Acara pelantikan bapak Jendral Raharjo Kusuma, ayahanda dari Arabella Triesna Kusuma dan Arkanandia Devano Kusuma berlangsung lancar.
Kini Abel dan keluarga tengah menjalani prosesi foto keluarga, meskipun hatinya sedang sesak, Abel sangat pandai mengolah perasaannya.
Senyumnya tak pernah luntur sedikitpun, meskipun kecewa pada BG namun Abel tak boleh menunjukkannya didepan kedua orang tuanya.
Abel sudah memasang foto profil dengan formasi lengkap, nampak bahagia sekali putri jendral Raharjo.
"Bell 1 minggu ini ayah akan ke Jakarta untuk Lapor kedinasan, dan sedari awal ayah wanti-wanti kehidupan kita berubah, ayah harus menjalani prosedur kita sudah tidak bisa bebas semaunya. Ayah harap Abel paham dan mau mengerti." jelas ayah.
"Iyaa, ayah Abel selalu ingat kata ayah kok."
"Anak pintar, jadi selama seminggu ini atau seterusnya kamu akan dikawal sama Alvin ajudan khusus ayah." ucap ayah Abel.
"Yang mana yah."
"Yang tadi satu mobil sama Abel, semua kegiatan dan keamanan Abel tanggung jawabnya." jelas Ayah, Abel pun mengangguk.
Akhirnya setelah sampai rumah sang ayah pun memperkenalkan Abel pada ajudan yang akan mengawalnya kemanapun Abel pergi.
"Sini nduk, ini lah Alvin Bell." ucap ayah.
"Saya Abel pak Alvin." jawab Abel, ayah sedikit terkekeh mendengar Abel memanggil Alvin dengan bapak.
"Dia masih muda Bell, jangan panggil bapak." sahut Ayah sedangkan si Alvin hanya tersenyum tipis menanggapi pimpinannya itu.
"Yaa terus Abel panggil apa."
"Terserah Abel aja asal jangan panggil bapak atau pun Om." celetuk Ayah sambil tertawa, melihat ajudannya salting.
"Yaudah Abel panggil mas Alvin aja yah." jawab Abel, Alvin pun mengangguk dan tersenyum.
"Jangan marah kalau Alvin agak pendiam yah Bell." ucap ayah, Abel hanya melengos dan berlalu menuju ke kamarnya.
Sejenak dia ingin berharap BG menghubunginya namun Nihil, Ponselnya tak ada notif 1 pun.
"Hemmb, aku salah apa." ucap lirih Abel.
Kini Abel bertekat untuk menghindar dari BG, bila perlu pergi sejauh mungkin darinya.
Abel mengaktifkan ponselnya dengan mode privasi dan dia memasukkan nomor yang dianggapnya penting. Bahkan tak ada nama BG, Dekka dan lainnya secara otomatis pesan ataupun telp tak akan bisa masuk ke ponsel Abel.
Sehari, dua Hari sampai 7 hari lamanya ponsel Abel dalam mode privasi.
"Mas Alvin gak pernah kelihatan pulang, apa gak kangen sama keluarga." tanya Abel pada Alvin saat perjalanan ke sekolah.
"Enggak, mas hanya beberapa bulan sekali pulang." jawab Alvin, dan sejak beberapa hari bersama nampak Alvin sudah begitu akrab pada Abel.
"Trus mas Alvin apa gak punya pacar." tanya Abel, Alvin menoleh.
"Ehh bukan maksud Abel lancang, tapi kalau mas Alvin punya pacar apa mas Alvin sudah bilang kalau sedang ngawal Abel, takutnyaaa." ucapan Abel terpotong .
"Apaa."
"Takut dikira Abel selingkuhan mas, hehehh." lanjut Abel, Alvin enggan menanggapi namun dia pun sedang berfikir.
"iyaa nanti mas lakukan." jawab Alvin.
Beruntung sudah sampai disekolah, Alvin turun dan mengiringi Abel dibelakang memastikan dia masuk kedalam koridor sekolah lalu Alvin meninggalkan sekolah Abel dan akan kembali saat Abel pulang.
Sudah seminggu Abel menjalani protokol keamanan, bahkan Abel tidak boleh sembarangan keluar dari zona tanpa pengawasan.
Pihak sekolah pun tak bisa memahaminya, karena pengawalan tak berlebihan dan tak menyolok. Abel hanya nampak seperti diantar jemput sopir pribadi jika tak ada yang tahu.
Semenjak tau kedekatan BG dan Melisa Abel tak pernah pergi ke kantin, dia akan datang awal dan pulang sebelum lorong penuh.
"Bell nanti ke OSIS yah, dua hari lagi kunjungannya, aku ingin kamu latih anggota OSIS." ucap Airin.
"Trus gunamu apa Ai."
"Hahahahha, yah kan kalau yang briefing kamu beda nona." jawab Airin.
"Okee baiklah."
Jam istirahat Abel bersama Ketos dan Waketos akan melakukan briefing di ruang aula, nampak Abel sangat berwibawa.
"Jadi tolong sebelum kita menjawab pastikan mata kita juga ikut berinteraksi." jelas Abel.
"Dan jangan khawatir nanti SOP nya kalian hanya beramah tamah tidak untuk speaking, karena disini Abel lah yang menjadi public speaking, jadi kalian tak akan banyak interaksi." timpal Airin.
"Oke yaah, walaupun nanti saya yang banyak Job, tapi kalian juga tetep ikut andil biar nambah pengalaman." lanjut Abel lalu menutup perbincangan mereka.
Acara briefing dan pembagian tugas menghabiskan waktu 2 jam lebih, bahkan 30 menit lagi jam pulang.
"Kantin yuk Bell laper." ucap Airin.
"Hemmb yuk."
Karena mereka ada aktivitas OSIS pergi ke kantin meskipun jam pelajaran berlangsung bukan lah hal yang dilarang.
Saat akan melewati kelas BG, Abel merasa grogi sudah lama menghindar namun tak mengurangi rasanya.
Benar saja suara gaduh yang dibuat anak OSIS membuat para murid menoleh ke arah luar, Abel menatap lurus tak menoleh seolah tak ingin melihat keberadaan BG.
"wees niet nerveus." ucap Airin dalam bahasa belanda, melihat Abel yang akan melewati kelas BG.
"Ahhh nee." jawab Abel santai.
"Maar nog steeds liefde."
"Dat gevoel is oneerlijk gegaan."
"Ohhh Abel, Airin jangan pake bahasa planet."
"Woeey kita disini mau ngerti juga kelean ngobrolin apa."
Celetukan dari anak OSIS yang frustasi dengan kelakuan kedua gadis cantik, Angga hanya tersenyum melihatnya.
"Ryōkaishimashita. Gozonji no gengo de hanashimasu." Sahut Abel semakin menggoda anak- anak OSIS.
"Haiiiik."
"Sett dah tambah gak ngerti."
"Bodoh amat deh Bell."
"Bagi dikit Bell otaknya."
"Hahahhahahah." Tawa Airin pun pecah melihat anggotanya frustasi.
Saat sedang tertawa bercanda dengan anak OSIS tak sengaja Abel bertatap mata dengan BG hanya sebentar bahkan sekilas, Abel langsung memutuskan kontak matanya melanjutkan langkahnya.
Abel harus bersikap tegas, komitmen yang mereka sepakati jelas tak boleh ada yang melukai perasaan masing- masing atau bahkan tak sengaja melakukan walaupun hal sepele.
"Loe tau gak Bell si BG liatin loe terus." celetuk Airin.
"Bodoh amat." jawab Abel.
Beginilah Abel jika jiwa cueknya muncul bahkan dia sudah merasa malas membahasnya.
"Jang dibahas lah." ucap Angga lirih.
Mereka bertiga menghabiskan waktu dikantin hinggal bel pulang sekolah, Abel bahkan sudah kembali kekelasnya 15 menit yang lalu.
Setelah bel berbunyi Abel sudah keluar dari kelasnya. Hari ini dia ada janji dengan bundanya ke butik.
Sang ayah pun sudah menyiapkan pos pengamanan untuk acara Abel besok. Acara syukuran ulang tahun Abel yang ketujuh belas, dan dihadiri oleh tetangga sekitar dan tamu tertentu.
Teman- temannya tak ada yang diundang karena Abel sudah menyiapkan khusus untuk temen sekelasnya. Apalagi dengan kondisi hatinya yang sedang tak baik membuat Abel menjadi semakin tertutup.
~•~
Keesokan harinya..
Sejak pagi Abel sangat sibuk, dari jam sepuluh pagi dia harus mempersiapkan dekorasi dan makanan. Mau bagaimana lagi, semuanya Abel yang mengurusi karena sang bunda ada Arkana. Abel pun ada Alvin yang membantu, acara akan dihadiri kurang lebih 100 orang pilihan.
Sore Hari sudah banyak tamu yang berdatangan karena acara dimulai pukul 7 malam, mengingat ayah Abel orang penting sehingga pengamanan sedikit ketat.
"Gilaak mau masuk aja ngantri penjagaan." ucap Airin dalam status Wa nya.
Sengaja Airin memposting status yang ambigu, karena Ai tau jika acara Abel cukup tertutup hanya orang yang dipilih.
Airin datang bersama Angga dan Devan yang kebetulan memang sedang main kerumah Airin, namun sudah mendapat persetujuan dari Abel.
"Sumpah orang penting yang datang, ini beneran temen-temen Abel gak ada yang diundang." sahut Devan.
"Nggak ada cuma tetangga sama kolega ayahnya." jawab Airin.
"Ya untung pas kita mampir, coba enggak gak bisa rasakan pesta gedongan." ucap Devan polos.
Setelah mengantri 15 menitan akhirnya Airin dan Angga bisa masuk dan langsung menjumpai gadis cantik yang sedang berulang tahun.
"My Arabella, huhuhhh makasih lohh Devan diundang." teriak Devan heboh.
"Iyaa sama -sama yuk masuk, silahkan diincip -incip dulu yah." ujar Abel ramah.
"Happy birthday my baby girls, happy sweet seven teen." ucap Airin sambil memeluk Abel.
"Mamaci, my Ai, Ai lope you." jawab Abel membalas pelukan dari sahabatnya.
"Sana dulu yah bentar lagi mulai kok." lanjut Abel mempersilahkan teman -temannya.
Tepat pukul tujuh acara dimulai, meskipun sang ayah masih berbincang -bincang mengingat ada Arkana yang harus segera memasuki jam tidurnya walau kini dia masih terjaga.
"Assalamualaikum warahmatullahi, saya ucapkan Terima kasih kepada bapak ibu teman sahabat dan kolega saya sudah hadir di acara syukuran dan sekaligus bertepatan dengan bertambah umurnya putri sulung saya Arabella, terima kasih semoga kedepannya Abel semakin berprestasi dan menjadi anak yang berbakti dan soleha. Amiiin." sambutan singkat dari ayah Abel membuka Acara, lalu di lanjutkan oleh MC yang sudah Abel persiapkan.
Tiba waktu tiup lilin dan suapan pertama kue diberikan kepada orang tua Abel lalu pada Arkana. Karena Arkana belum bisa makan Abel yang iseng mencoret pipi gembulnya dengan cream kue tart nya. Sontak keisengan Abel mengundang tawa.