Belum Terlambat

1236 Kata
Hai..hai..hai.. Para readers aku ucapin terima kasih masih setia sama ErenKaaaaa.. Sudah tap love dan koment belum, buruan dipencet lopenya, mampir juga di Yt ErenKa Studio klik loncengnya karena short video MPAA Scene Bagaskara perebutan kapten basket sudah upload yahh, dan biar kalian nggak ketinggalan scene2 lainnya. MPAA akan up 2x seminggu yah guys, jadi jangan kangen.. Karena Thor lagi bagi sama cerita yang lainnya. Kedepan juga akan semakin seru dengan konflik-konflik Receh yang bikin semakin gemeesh so terus pantau yah.. Happy reading guys... Masih di Putih Abu-abu ~~~~~~~~~~~~••~~~~~~~~~~~~~ Hari ini masih ada MOS di sekolah dan kebetulan hari terakhir. Abel masih teringat saat merayakan Ultah BG di warung mbok beberapa minggu yang lalu dimana BG sempat tak menyangka jika Abel akan memberikan surprise untuknya. Tentu hanya diadakan bersama para sahabat dekatnya saja, dan saat itu juga Airin memberi tahukan akan ada tamu penukaran mahasiswa dikota dan akan berkunjung ke sekolahnya. Airin juga sudah mewanti Abel agar bersiap karena hanya Abel yang bisa 5 bahasa Asing. Abel tak mampu menolaknya karena memang tak ada yang bisa membantu Airin saat ini. Saat tengah berjalan ke kantin bersama BG, tiba-tiba ada yang memanggil BG. "Bagas tunggu." BG menoleh mendapati seorang siswi memanggilnya. "Ada apa." jawab BG datar. "Mau ngasih tau extra basket senin udah bisa mulai." jawab cewek itu. "Iya.." jawab BG singkat, lalu sang cewek itu pergi dengan raut sendu. Abel melihatnya namun tak mau komentar karena melihat Bagas yang datar menanggapinya. "Anak Cheers." ucap BG. "Hemmb, gak tanya." sahut Abel lalu tersenyum padanya, BG tahu Abel bukan tipe orang yang suka kepo dan cepat Nevthink. "Ehh kak bentaran donk." cegah seorang murid pada Abel. "Iyaa kenapa." jawab Abel. "Boleh minta tanda tangan nggak." "Hahhh, hemmb buat apa." jawab Abel sambil melirik BG, takut tak enak padanya. "Penting kak, please." "Baiklah." jawab Abel meraih buku dan pena lalu mengembalikannya. "Makasih kak." ucap murid itu, Abel hanya mengangguk menanggapinya. Hemmmmb, terdengar suara hela nafas Abel. "Sepertinya ada bau kebakaran." ceplos Kevin. "Hahahhah." ledak tawa Wira, Abel hanya melirik ke tiga sahabat BG. "Tadi ada Melisa Abel biasa nyikapinnya, giliran adik kelas gantengnya gak ketulungan, si BG kelonjotan." sahut Dekka, mendengar olokan para sahabatnya Abel tak menggubris digandeng tangan BG lalu menariknya bergegas meninggalkan sahabat receh mereka. Sedangkan ditempat lain, siswa yang mendapat tanda tangan Abel merasa senang karena sudah tau nama kakak kelasnya yang terlihat menonjol kharismanya. Satu bulan sudah Abel lalui di kelas XI, dan kebetulan bulan ini adalah bulan kelahiran Abel. Airin pun mengatakan jika 2 minggu lagi jika tak ada halangan tamu mahasiswa luar negeri akan berkunjung. "Pagi my Arabella." sapa Devan sang wakil ketua kelas. "Pagi." jawab Abel, Devan tipe orang yang humble namun bukan termasuk cowok playboy. "Bagi Pe.." ucapan Devan terpotong saat Abel menbeluarkan bukunya dimeja. "Errrr, emang Abel paling tahu dehh." lanjut Devan lalu meninggalkan meja Abel. Sudah 2 minggu ini Abel jarang bertemu dengan BG namun mereka masih tetap bertukar kabar ya meskipun tak seintens saat kelas sepuluh. "Mowning Bell." sapa Airin yang datang bersama Angga. Abel pernah bertanya pada Airin tentang hubungannya dengan Angga. Airin tak menampik dia nyaman bersama Angga, namun dia tak lupa jika mereka berbeda sama halnya dengan Angga pun tak bisa jika sehari tak bersama Airin. Namun Airin menyangkal jika mereka dikatakan berpacaran. "Morgan Ai." jawab Abel. "Hemmmb Bell gue boleh tanya sesuatu." ucap Airin, Abel yang sedari tadi membaca Novel teenfict menoleh. "Apa Ai." "Emmbb kamu masih sering kontakan BG kan Bell." "Hemmbb, masih tapi jarang." jawab Abel. "Trus kalian ini masih dengan status Komit kalian kan." cecar Airin, Abel pun mengangguk. "Ada apa Ai, to the point aja." jawab Abel. "hemmbb, Sorry, loe boleh gak percaya tapi gue sering dengar BG suka boncengan sama Melisa anak Cheers lihat sendiri sekali, dan Angga juga pernah ketemu 2x." jelas Airin. Deg... Abel terdiam dia tak mungkin meragukan Airin, sedari kecil bersama tak ada dusta diantara mereka berdua. "Bell, please kalau gue salah koreksi." lanjut Airin yang melihat Abel terdiam. "I didn't have to talk anymore, i'm so surprised, But..." Abel tak melanjutkan perkataannya saat melihat foto dalam hape yang tiba-tiba disodorkan kehadapannya. Abel masih menampakkan senyum meraih ponsel yang ditunjukan Angga kepadanya. Namun Airin sadari jika itu adalah senyum duka sahabatnya. "Baiklaahh, komitmen ini otomatis berakhir." ucap lirih Abel, diikuti jatuhnya satu bulir air bening. Bahkan kenyataan pahit lainnya jika para sahabat Abel pun sepertinya sudah tahu tentang ini semua. Perasaan Abel tak baik moodnya hancur, mengikuti pelajaran pun ia tak fokus. Airin melihat tak ada keceriaan diwajah cantiknya bahkan nampak sedikit pucat. "Abel kayaknya syok banget kita harus apa." tanya Airin pada Angga. "Kita lihat dari jauh, aku yakin Abel gadis yang kuat." jawab Angga. "Untung saja aku inisiatif jujur sama Abel walaupun kenyataannya pahit, kalau enggak bisa ngambek selamanya dia." jelas Airin pada Angga yang kini sedang melihat Abel tengah menulis dipapan tulis. "Kita kasih kesibukan aja siapa tahu bisa membantu mengalihkan." jawab Angga. "Sure, emang itu yang bakal aku lakukan, Abel itu berlian gak bisa disamakan dengan batu kali kayak Melisa yang gak ada kilaunya." ujar Airin menggebu. Saat Istirahat berbunyi, Abel mendapat telp dari sang bunda jika dia akan dijemputnya untuk undangan pelantikan sang ayah di kantor pusat. Abel sudah mengganti pakaiannya dengan dress sabrina hijau pastel, Rambutnya digerai tanpa make up berlebih. Dua mobil dinas sudah terparkir dihalaman sekolah tak ayal membuat ramai kalangan para murid dan dewan guru. Saat keluar dari kelasnya bersama Airin, dia sempat melihat BG yang masih berada didalam kelas seperti mengerjakan tugas. Abel tak bergeming, bergegas melangkah menuju sang bunda yang sudah diruang guru. "Aduu, cantiknya kayak pakai baju persit. Apa bakal mantu tentara juga ini bun." celetuk bu Silvi wali kelasku. "Bu Silvi bisa saja, jodohnya biar kuasa Alloh saja, baik mari bu." pamit bunda. "Mari, bu Raharjo." jawab Bu Silvi, nampak Abel mencium tangannya berpamitan. "Babay Arkana." ucap Airin mengantarkan Abel hingga kedepan gerbang. "Babay Kakak Ai." jawab Abel meniru suara anak kecil. Abel disambut oleh seorang lelaki gagah ajudan sang ayah. Kedatangan dua mobil yang nyatanya menjemput Abel langsung ramai, bahkan ada yang sempat mengabadikan. "Gilakk ajudannya Cakep oeyy." "Kok serasi yah sama Kakak itu." "Gue juga mau kalau tentaranya ganteng macho gitu." "Sekolaahh jangan mikir lakik mulu." Sahutan- sahutan itu berlanjut sampai mobil yang ditumpangi Abel tak terlihat dari kejauhan. "Akhirnya Abel bisa teralihkan sementara." ucap Airin lirih, dia teringat saat melihat tak ada keceriaan diwajah Abel. "Wahh gila cantik banget kak Abel, Steve." ucap Reymon teman Steven yang ngefans berat pada Abel. "Hemm, gua sempat papasan tadi dan nihh dikasih anak- anak foto candidnya." jawab Steven cowok yang meminta TTD Abel saat MOS. "Pantesan lu ngefans berat, orangnya aja spesial ginih." Tanpa mereka sadari ada sosok yang tersenyum senang mendengarnya, namun ada yang merasa tersakiti. Karena Steven dan Reymon kini sedang di kantin, bersebrangan dengan meja BG dan Melisa. "Lagian buang Tulip buat dapetin Kembang sepatu, rasain kalau udah ditinggalin." celetuk Kevin bahkan Melisa yang mendengarnya pun sedikit tertohok. "Cihhh, kalian emang enggak pacaran kan, kok kayak aku jadi perusak sihh." sahut Melisa. "Maling mana pernah nyadar." jawab ketus Riki, bahkan kini Riki tak akan pernah mengajak Dekka bersama ke kantin karena Dekka merasa sakit melihatnya. Meskipun BG mengatakan tak ada hubungan apa-apa namun Melisa yang seolah terus nempel pada BG membuat orang mentafsirkan yang beda. Dan itu ternyata tak disadari BG. Bahkan tak ada yang tahu jika Abel sudah mencium kedok kebersamaan mereka. Mampusss loe BG.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN