Hai..hai..hai..
Para readers aku ucapin terima kasih masih setia sama ErenKaaaaa..
Sudah tap love dan koment belum, buruan dipencet lopenya, mampir juga di Yt ErenKa Studio klik loncengnya karena short video MPAA Scene Bagaskara perebutan kapten basket sudah upload yahh, dan biar kalian nggak ketinggalan scene2 lainnya.
MPAA akan up 2x seminggu yah guys, jadi jangan kangen.. Karena Thor lagi bagi sama cerita yang lainnya.
Kedepan juga akan semakin seru dengan konflik-konflik Receh yang bikin semakin gemeesh so terus pantau yah..
Happy reading guys...
Masih di Putih Abu-abu
~~~~~~~~~~~~••~~~~~~~~~~~~~
Waktu berlalu Setelah 2 minggu masa liburan kenaikan kelas, kini mereka masuk pertama kalinya dikelas dua.
BG sudah berencana akan menjemput Abel, karena mereka 2 minggu ini harus LDR karena BG sudah mulai belajar membantu di kantor papanya.
Sedang Abel dia sibuk dengan Adik kecilnya Arkana.
"Haii.." sapa Abel, saat melihat BG sudah duduk dimotornya dihalaman rumah Abel.
"Yuk berangkat, kita nyari kelas dulu soalnya." sahut BG.
"Ahh iyaa, yuk.. Ayah bunda Abel berangkat wassalamu'alaikum." ucap Abel berpamitan.
Dari dalam sang ayah masih membantu bunda menjaga Arkana karena sang bunda masih sarapan.
Sesampainya disekolah Abel dan BG menuju papan pengumuman namun karena masih ramai mereka memilih untuk menunggu berkurangnya murid yang bergerombol.
"Nahh tuh ada anak-anak biar kita disini aja." ucap BG.
"Iyaah."
"Heyy kalian diem-diem bae." celetuk Kevin.
"Pada dapet kelas mana." tanya BG para sahabat BG menghela nafas.
"Kenapa..?" tanya Abel lalu dia meraih ponsel milik Riki yang tadi ditunjukan pada BG.
Bagas memandang gadisnya, menunggu respon darinya.
"Apaa, yasudah yuk anterin ke kelas." ucap Abel yang merasa BG diam memandangnya.
Abel, BG dan para sahabatnya terpisah karena sudah pindah kejurusan.
"Jadi gak semangat." gumam BG yang masih bisa didengar Abel.
"Kenapa kan masih satu sekolahan." jawab Abel.
"Iyaa."
Sesampainya di depan kelas baru Abel di XI IPA 1, BG dan Riki, Metta di XI IPA 4 Dekka dan Cindy di XI IPA 3, sedangkan Kevin dan Wira dikelas IPS.
"Dahh yah kan ada Ai yang nemenin." ucap Abel menenangkan BG.
"Iyaa, ketemu nanti istirahat yah." sahut BG.
Jarak kelas Abel dan BG hanya beda 3 blok namun entah kenapa BG merasa enggan berpisah dengannya.
Memasuki kelas Abel sudah disambut dengan tatapan hangat dari para teman sekelasnya.
Karena kelas Abel merupakan kelas unggulan sehingga bisa dipastikan siswa yang ada dikelas Abel merupakan siswa-siswi pandai.
Abel mencari bangku kosong, beruntung dia berangkat pagi jadi dia masih kedapatan kursi duduk.
Tak lama Airin masuk bersama Anggada saingan Airin saat pencalonan Ketua OSIS.
"Bell, sama siapa." tanya Airin yang sudah meninggalkan Angga begitu melihat Abel dikelasnya.
"Basa-basi aja sih, duduk buruan."
"Hahhaha, gue baru nyadar kalau sekelas sama elo Bell." ucap Airin.
"Dikira aku juga tahu apa."
"Bagas dimana." tanya Airin.
"IPA 4 sama Riki dan Metta, lainnya IPA 3, sama IPS si Kevin dan Wira." jelas Abel.
"Wahh misah semua yah, gak papa gue jadi punya temen."
"Iyaa, lagian cuma beda kelas aja gak beda sekolah ini."
"Iyaa."
"Selamat pagi anak-anak. Perkenalkan saya walikelas kalian sudah pada kenal ibu kan." ucap bu Silvi saat memasuki kelas.
"Iyaa bu." jawab mereka kompak.
"Oke sekarang siapa yang akan menjadi ketua kelas, kebetulan ada Ketua OSIS nih, isinya Alhamdulillah spesial semua heheh." lanjut bu Silvi.
"Angga."
"Airin."
"Devan."
"Angga."
Teriakan-teriakan menggema karena kini sedang ditentukan ketua kelas.
Setelah dipolling akhirnya Angga yang menjadi ketua kelas XI IPA 1. Abel menjadi sekertaris.
Setelah pemilihan pengurus kelas pelajaran baru dimulai, namun dalam 1 minggu ini akan free karena masa orientasi sekolah. Jam istirahat berbunyi Abel menunggu kedatangan para sahabatnya karena Airin sudah meninggalkan kelas bersama Angga sebelum bel berbunyi.
"Abeeeel." teriak Dekka menggema. "Huhuhuhhh kangen." lanjutnya, mereka berdua beranjak keluar dari kelas Abel, tak lama dia bertemu dengan cowok yang sedari tadi ditunggunya, lalu mereka mengekori Abel. Metta dan Cindy akan sibuk di OSIS selama seminggu ini.
"Duduk sama Ai kan." tanya Dekka.
"Iyaa tapi bakalan ditinggalin mulu."
"Sama gue juga sendiri Bell." jawab Dekka lalu mereka duduk disebelah kiri Abel Dekka sedangkan disebelah kanan ada BG yang setia dengan ponselnya main game online.
"Denger-denger ini sampe pulang gak ada pelajaran." ucap Riki sambil terus fokus pada ponselnya.
"Hemmm." jawab BG dengan gumamannya.
"Iyaa tapi gak ada yang boleh keluar sekolah." sahut Dekka.
"Mau maem apa." tanya BG pada gadisnya.
"Main aja, tadi udah pesen minum kok trus aku beli cilok sama telur gulung." jawab Abel.
"Trus kita-kita gak dipesenin juga Bell." sahut Kevin.
"Sapa loe perintah-perintah." balas BG ketus.
"Ceilehhh pawangnya ngamuk."
"Dahh lahh kelarin dulu baru pesen makan." jawab Abel sambil menyuapkan cimol ke mulut BG.
"Emang yayank Abel paling pengertian dahh Pan.." ucap Kevin terjeda saat melihat sorot tajam mata BG kepadanya.
"Tesaan BG bucin. Ada terusannya elaaah udah melotot aje." lanjut Kevin sambil cengengesan.
"Ahh iya Bell kata Cindy nihh si Ai lagi deket sama Angga yahh." ucap Dekka sambil menikmati es campurnya.
Abel menoleh kearah Dekka, dia tak bergeming namun ada jutaan pertanyaan diotak cantiknya.
"Denger-denger juga lagi ada yang pedekate nihh." celetuk Kevin, sontak membuat yang lain menoleh kearahnya.
"Siapa Vin." tanya Wira.
"Adalahh, gua jadi kena pelototan mata tajam nih hahhaha." jawab Kevin, seolah tau maksudnya Abel pun kini menoleh kearah Dekka.
"Jelasinnnn." sahut Abel sambil melirik sahabatnya itu. "Nanti." lanjut Abel.
"A-apanya yang dijelasin." jawab Dekka grogi.
"Gas buruan bantu serang anak ontaaa, elaah nge buff mulu." teriak Kevin menggema bahkan membuat Abel terjengit.
"Astagaaa." ucap Abel sambil mengelus dadahnya, BG yang mendengar menoleh lalu menyemprot si Kevin.
"Gak usah teriak-teriak juga mulut loe kaleng rombeng banget Vin."
"Hahahah sorry dedek Abel kaget yahh." ucap Kevin.
"Ehh si kakak ketua OSIS sama wakilnya kek pacaran yah, mesra banget." ucap salah satu adik kelas yang sedang berjalan melewati Abel.
Abel mendengar celotehan demi celotehan dari siswa baru itu.
"Hemmmb, aku kira cuma fellingku aja tapi udah ramai issue nya yah." ucap lirih Abel pada Dekka.
"Mereka udah sama-sama sejak masa kampanye Bell, ya mungkin muncul rasa suka." jawab Dekka.
"Iyaa tapi kan mereka Beda Dekk, pasti susah." sahut Abel
"Ada apa sih bisik-bisik, kalian enggak lagi gosipin gue kan." potong Kevin.
"Dihh Pede." sahut Dekka.
"Loe ya Kev gak ada Metta godainnya yang ada sekarang." celetuk Riki.
"Dihhhh belainn." jawab Kevin, akhirnya karena gemesh Riki pun menjitak Kevin.
Tuuukkk..
"Hemmm mamam tuhh." ujar Dekka.
"Gak yang cewek gak yang cowok sama bar-bar nya." balas Kevin.
"Emang udah official nih Rik, PJ dong." sahut Wira spontan.
"Emang yahh si Wira sekalinya ngomong langsung Cess plong, gak pake kode-kode an." ujar Kevin, membuat Wira terkekeh.
Sedangkan Riki dan Dekka diam seribu bahasa tak menyahuti.
"Kalau udah official bilang gak usah rahasia-rahasia an segala kek simpanan aja." lanjut Wira.
"Emang bingsit sih Kevin mulutnya ember." jawab Riki si Kevin hanya ketawa saja.
"Sooooo ..." tanya Abel sambil mengintimidasi Dekka, sedangkan Dekka melirik kearah Riki.
"Haaahhh." hela Dekka sambil mengangguk, Riki pun hanya menoleh kearah dua gadis didepannya lalu fokus ke hapenya lagi.
"Hemmmb, kenapa harus diem-diem an kek kita ini sapa aja sihh." ucap Abel sambil memeluk Dekka.
"Dianya sungkan sama temen loe Metta Bell." ucap Riki, seolah menyindir Dekka yang menginginkan masalah pribadinya agar tak terekspos.
"Gue belajar dari loe Bell." jawab Dekka.
"Tapi kan permasalahannya kemarin beda jadi having fun ajah." sahut Abel.
"VICTORY." bunyi hape para lelaki, tak lama BG meraih pinggang Abel mendekatkan padanya, Abel pun hanya menoleh.
"Ehh ehh, hargai kami para jomblowers." teriak Kevin melihat keromantisan Abel dan BG.
"Sana loe cari cewek Kev biar gak sengkleh otak loe." sahut Riki.
"Buruuu pesen." potong BG
"Mau makan apa, please samain aja biar sekali jalan." jawab Kevin.
"Gado-gado aja yahh sama es jeruk." sahut Dekka, lalu Riki memberikan beberapa lembar uang kepada Kevin.
"Asyiiikk PJ." celetuk Wira.
"Hussshhh jangan brisik." sahut Riki.
Si Kevin pun melenggang memesan makanan bersama Wira, kebetulan kantin tengah ramai karena adanya murid baru yang sedang istirahat.