Hai..hai..hai..
Para readers aku ucapin terima kasih masih setia sama ErenKaaaaa..
Sudah tap love dan koment belum, buruan dipencet lopenya, mampir juga di Yt ErenKa Studio klik loncengnya karena short video MPAA Scene Bagaskara perebutan kapten basket sudah upload yahh, dan biar kalian nggak ketinggalan scene2 lainnya.
MPAA akan up 2x seminggu yah guys, jadi jangan kangen.. Karena Thor lagi bagi sama cerita yang lainnya.
Happy reading guys...
Masih di Putih Abu-abu
~~~~~~~~~~~~••~~~~~~~~~~~~~
Waktu pun berlalu kini saatnya Abel pengambilan raport kenaikan kelas, tandanya Abel dan kawan-kawan akan naik ke kelas XI entah mereka bisa sekelas lagi atau tidak.
"Peringkat berapa kali ini Bell." tanya ayah yang tengah menunggu nama Abel dipanggil.
"Hemmb." jawab Abel sambil menghendikan bahu tak tahu.
"Bukannya kelas dua nanti sudah pembagian jurusan yah, Abel mau masuk apa."
"Inshaalloh IPA yah."
"Hemm semoga lah Abel dapat yang terbaik."
Setelah menunggu kini giliran ayah dipanggil dan maju kedepan.
"Alhamdulillah Abel dapat 1 lagi."
"Alhamdulillah."
"Langsung pulang."
"Iya yah."
Abel dan ayah bergegas menuju parkiran untuk segera pulang, saat masih dijalan tidak seperti biasanya jalanan macet. Abel dan ayah terjebak macet bahkan kendaraan tak bisa bergerak sedikitpun.
Tiga puluh menit dilalui kendaraan sudah bisa bergerak namun masih merambat, tak lama hape Abel berbunyi.
Bunda calling....
"Hallo bun."
"Bell masih lama..?"
"Ehh kenapa bun ini sudah pulang tapi macet banget."
"Bunda kontraksi Bell, ini udah rembes."
"Astagaa,."
Mendengar Abel sedikit berteriak ayah menoleh dan bertanya.
"Kenapa Bell..?"
"Bunda kontraksi yah, sudah rembes ini gimana." jawab Abel.
"Bell masih lama bunda naik taksi aja sama mbok yah."
"Oke bun Abel sama ayah langsung nyusul."
Tuuut.tuutt..
"Trus gimana yah ini." tanya Abel sedikit panik.
"Berdoa saja semoga lancar."
Abel dan Ayah langsung bergegas menuju rumah sakit walau kondisi jalanan masih padat merambat.
Sesampainya dirumah sakit setelah 25 menit melewati kemacetan jalan raya menuju RS, akhirnya ayah dan Abel sampai juga di RS. Abel melihat mbok Kar tengah duduk didepan ruang bersalin.
"Mbok gimana keadaan bunda." tanya ayah.
"Baik pak, terakhir tadi masih bukaan 6 sedang ditanganin bu dokter cantik." jawab Mbok.
"Ayah masuk ajah tanya suster gihh." sahut Abel.
"Hemmb, Mbok pulang saja kelihatan capek, sekalian belikan makan biar nanti gak usah masak yah mbok." ucap ayah lalu masuk meninggalkan mbok Kar dan Abel.
"Yuk Abel antar cari taksi."
"Hayuk non, baju non sama bapak ada di tas hitam sudah mbok siapkan juga." ucap mbok Kar.
"He,embb makasih yah mbok." jawab Abel.
Setelah mengantar mbok Kar dan mampir ke kantin untuk beli makanan sekaligus makanan buat mbok Kar Abel kembali ke ruang bersalin.
Setibanya disana ternyata bunda sudah dipindahkan keruang tindakan, saat memasuk depan ruang tindakan sayup-sayup Abel mendengar suara dokter Fierly.
"Ayuk bu dorong sedikit lagi, nahh bagus itu adik sudah kelihatan. dorong satu, dua, tiga. "
Oekkkk..oekkk
Oeekkk
"Alhamdulillah." ucap Abel.
"Selamat bapak bayinya laki-laki sehat beratnya 3,1 kg." lanjut dr Fierly, lalu meninggalkan ruang tindakan setelah selesai menangani bunda.
"Terimakasih yah dok." jawab ayah.
"Sama-sama bapak ibu."
"Ini pak monggo diadzani dulu putranya." ucap suster lalu memberikan bayi mungil pada gendongan ayah.
Setelah mengadzani suster membawa kembali sang putra menuju ruang bayi dan mengatakan akan membawanya kembali setelah mandi sore.
"Yahh." panggil Abel, langsung memeluk sang ayah.
"Abel seneng." tanya ayah, bahkan senyum ayah dan bundanya tak pernah pudar.
"Seneng banget yah, Abel terharu." jawab Abel, bahkan sudah menitikkan air mata bahagianya.
"Trus adiknya mau dikasih nama siapa kak." tanya Ayah, bunda terus memperhatikan keduanya karena masih lelah efek persalinan membuat bunda sedikit mengantuk.
"Hembb, emang boleh Abel kasih nama." tanya Abel.
"Yaah boleh dong masak enggak." sahut bunda, lalu Abel tengah berfikir sebentar.
"kalau Arkanandia Devano gimana yah."
"Hemmb bagus Kak." sahut bunda.
"Okee Arkanandia Devano Kusuma." lanjut ayah.
Ketiganya pun tersenyum bahagia, menanti kedatangan si kecil pembawa dan pelengkap kebahagiaan keluarga Abel.
"Eyang belum dikabari lho yah."
"Ahh iyaa sebentar ayah telp dulu." jawab ayah lalu meninggalkan ruangan karena bunda sudah tertidur.
*
Sore harinya....
Ayah dan Abel tengah menanti kedatangan suster yang berjanji akan membawakan sang bayi mungil.
"Permisi, dedeknya mau dicobain Nen dulu." ucap seorang suster yang masuk.
"Bun, adek mau nen bun." ucap Abel yang sedang membangunkan sang bunda.
"Eunggghh, Ehh iyaa sini dek." sahut bunda lalu meraih putranya.
Ayah dan Abel melihatnya dari kejauhan, Abel pun tengah mengabadikan dengan mengambil foto sang adik yang berada di dekapan sang bunda.
Kini giliran Abel yang menggendong sang adik.
"Yah fotoin dong yah." ucap Abel, lalu sang ayah mengambil hape Abel dan mengambil foto kedua anaknya.
Setelah puas berfoto Abel memberikan adiknya kepada sang ayah, lalu meng upload fotonya bersama sang adik di story Wa.
~•~
"My Hancemm One."
Arkanandia Devano Kusuma
~•~
Tak lama statunya pun dikomentari banyak orang termasuk BG didalamnya yang kebetulan tengah online.
Bagaskara89
"Ooww jd aku gak hansem nihh ?."
Abella
"Hansem lahh, kan hansem seniol, satunya hansem juniol."
Bagaskara89
"Kapan bunda lairan, kok gak bilang-bilang."
Abella
"Iyaa tadi pas pulang sekolah."
"aku juga kejebak macet dijalan."
Bagaskara89
"Yaudah ntar habis magrib aku kesana yah."
Abella
"Hemm okay ditunggu."
Bagaskara89
"Siapp boss."
Setelah berbalas pesan pada BG Abel menaruh hapenya, karena ingin bermain sama adiknya, namun gagal ternyata sang adik kini dikuasai oleh ayahnya.
Diruangan sang bunda pun kini penuh dengan karangan bunga dan hadiah ucapan baby born dari para kolega dan anggota ayah Abel.
"Yahh gantian dong Abel yang gendongnya."
"Iyaaa nih, ayah mau tidur sebentar yah." jawab ayah.
Sudah tiga puluh menit lamanya Arkana berada dalam gendongan Abel, tak membuat dirinya terbangun tetap terlelap.
"Assalamualaikum." ucap seseorang yang baru saja tiba.
"Wa'alaikumsalam, ehh kok udah datang." jawab Abel, ayah yang mendengar ada yang datang pun langsung beranjak dari tidurnya.
"Lhoo Bagas sendiri aja, sini masuk." ucap ayah, dan yah ternyata yang datang adalah BG.
"Iya ayah Bagas sendirian kok." jawab BG, Abel pun meletakkan sang adik kedalam box bayi.
"Bell ajak ayah ke kantin dulu nanti gantian sama ayah yah." ucap ayah Abel, Abel pun mengangguk.
"Kamu belum maem yah." tanya BG, Abel tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"Habis ini yah anterin ke kantin." jawab Abel.
"Iyahh."
Beberapa menit kemudian ayah kembali dan bertepatan dengan bangunnya Arkana.
"Oekkk..Oekkk."
"Heii cup sayang, haus yahh bobok terus sihh." ucap ayah lalu mengambil Arkana dalam box bayi, bunda pun sudah terbangun mendengar tangisan putranya.
"Sini yah." sahut bunda.
"Emmb yah, bun Abel sama Bagas ke kantin dulu yaa, bunda mau titip apa." pamit Abel.
"Enggak usah Bell, bunda masih males makan, itu nanti bunda makan ransum dari RS saja." jawab bunda.
"Iyaa bun." sahut Abel lalu keluar dari kamar bunda bersama BG.
Selama berjalan menuju kantin tak ada sepatah katapun terucap dari keduanya. BG menggandeng erat jemari Abel.
Setibanya di kantin Abel segera menuju warung soto ayam dan memesannya sedangkan BG duduk didepan gerobak soto ayam.
"Maem juga yah." ucap Abel pada BG.
"Nasinya dikit aja." jawab BG, Abel pun mengangguk.
"Soto 2 satunya nasi sedikit ya pak minumnya es jeruk esnya dikit aja." ucap Abel.
"Ditunggu yah non."
Setelah memesan makanan Abel menghampiri BG.
"Liburan dirumah aja nih, ada mainan baru." celetuk BG, Abel tersenyum menyautinya.
"Iyaa, kalau bosen main kerumah aja."
"Woyaa jelas dong gak usah disuruh." jawab BG Abel pun tersenyum mendengar ucapan sang BG.
"semoga kita sekelas lagi yah." ucap abel.
"Hemmmb." gumam BG.
Lalu keduanya menikmati makan malam bersama di kantin Rumah sakit, dan BG menghabiskan waktunya menemani Abel sampai waktu jam besuk selesai.
Sekitar pukul Sembilan malam Bagaskara pamit pulang dan akan datang besok pagi.
Entahlah kedatangan Arkana pun semakin membuat BG dan Abel seolah semakin menghangat.
Bersambung..