Hoki Day

1219 Kata
Pagi ini Abel bersiap untuk berangkat sekolah, dia sedang sarapan dengan kedua orang tuanya sambil menunggu kedatangan BG. "Emhh yah, aku nanti bareng teman sekelas berangkatnya, bolehkan yah..??" Tanya Abel pada ayahnya. "Beneran sama temannya, kamu nggak ngerepotin temannu kan Bell.."Kata Ayahnya. "Enggak Yah inshallah, soalnya hari ini masih free class kok jadi disekolah santai." jawabnya diangguki oleh ayah bundanya. "Ehmm yaudah Abel berangkat dulu ya nungguin temen di depan."pamit Abel sambil salim pada ayah bundanya. * ~ * "Bell nanti pengumuman lomba kelas, jangan jauh2 dari gue yahh." ucap BG saat di motor perjalanan menuju sekolah. "Iyahh, entar kalau jauh kamunya ngambek." "Enggak ngambek cuma gak mau sampek kamu digangguin cowok lain." "Dihhh gak ngambek tapi mukanya asem sihh iyaa.." goda Abel padanya. "Ehh..ehh perhatian juga yah kamu sama gue." "Enggak sengaja pas ngelihat wkwkkw."balas Abel membuat BG salting. "terus ini masih ngambek sama Metta." "Sebenarnya sihh masih tapi males nyepam mulu dia, jadi yahh mau gimana lagi." "Jangan ngambek lagi, entar cantiknya berkurang soalnya mukanya jadi asem." Ucap BG berhadiah cubitan dari Abel. "Aduhhhh, sakit Bell" " Masak iya sakit orang nyubitnya pelan." sahut Abel sambil mengelus bekas cubitannya. * ===== "Masih pagi udah gandengan aja hargai yang jomblo nihh." ucap Kevin melihat BG dan Abel memasuki kelas "Brisikk lu, kaya embek." balas BG sambil menonjok pelan perutnya. "Nanti pengumuman lomba jam berapa bos." tanya Riki "Enggak ada pemberitahuan jelasnya ditunggu aja, kantin yuk Bell."ajak BG sambi mengeret dengan tiba2 Abel. "Ehhh..ehh..temen gue maen diseret aja." * * Sambil menunggu pengumuman hasil lomba mereka memutuskan segera ke kantin, ada yang menuju lapangan, perpus dll. "Mau maem apa." "Ehmm aku es jeruk aja yahh tadi kan sudah sarapan." jawab Abel segera diangguki BG dan meninggalkannya memesan makanan. "Duhh Bell main tinggal aja nihh, elo gak masih ngambek kan." tanya Metta "Ogahhh asal kamu gak nyebelin lagi aja." jawab Abel "Loe kan tau tabiatnya Metta Bell, itu gak mungkin kalo gak nyebelin." sahut Dekka "Hemmmb emang sihh, dah sana pada makan biar kuat entar nerima piala." ucap Abel diacungi jempol para sahabatnya. Setelah duduk dan menikmati makanan di kursi masing2, tiba-tiba ada yang datang tak diundang. "Heyy elo kemarin kasih ajian apa ke kapten team elo biar bisa menang, gue liat yah elo bisik-bisik." gebrak Karina pada meja Abel, semuanya terkejut dengan kejadian itu. "Kakak ngomong apa sihh, yang jelas." balas Abel "Ni bocah yahh, .semua yang ditribun tau elo nyamperin BG, ngapain kalau gak ngasih santet biar team kelas gue kalah." ucap Karina ketus, sontak mata Abel membola membuat para sahabatnya dan BG bereaksi. Sedangkan dia mengkode untuk mereka diam. "Sudah kak ngomongnya, gantian yah. Gini kak Karina ini lahir di Abad apa yang masih percaya santet. Terus saya akui team kakak kuat dan hebat, namun sekuat apa pun team basket tanpa strategi gak akan ada jaminan bisa menang. Jadi tolong didengarkan saya tidak mau mengulanginya lagi. Saya menghampiri Kapten team saya karena saya berhak memberikan saran untuk kebaikan team kami. Lha kakak mau saya nyamperin nya kak Rendi bukannya BG. Entar kakaknya marah-marah saya mendekatinya, sampai disini paham atau masih nanya." jelas Abel membuat yang disekitarnya cekikikan, BG tersenyum simpul mendengar ucapan ajaib dari gadisnya yang membuat Karina kalah telak tak mampu menjawab segala penjelasan Abel. "Huuuuh uhh." Sahut Karina sebal dan meninggalkan tempat, sepertinya menahan malu. "Gilak-gilak loe Bell emang best." "Ini baru sahabat gue." "gitu tuh kalau musuhnya nyai ronggeng." "Ehh buseet amazing Bell." Tak hiraukan seruan dari mereka Abel memilih mengajak BG keluar dari sana, karena merasa sumpek dan jadi Bad mood gara-gara insiden karina. "Jangan dengerin yahh." "Enggak kok biasa aja, cuma jadi bete doang beneran." "Senyum dulu biar betenya hilang." "hemmbb, makasih yahh." * ###### Setelah mereka berpisah dikantin kini semuanya berkumpul diruangan aula. BG, Abel dan para sahabatnya memilih tempat yang agak jauh dari podium, untuk menghindari hal2 yang tidak diinginkan. "Gilak si Karina bikin heboh sekolah, mana pake koar2 di Medsos mang dasar nyai ronggeng." ucap Metta, Abel pun merasa sangat bad mood. Tidak ada senyum hari ini, BG dan para sahabatnya tidak bisa tinggal diam. "Biar aja dehh, yang penting aku gak seperti yang dikatakannya, yahh emang agak sakit hati tapi sudah lah." sahut Abel, yang membuat sahabatnya merasa sedih, BG pun mencoba menghiburnya dengan caranya sendiri. "Entar jalan2 lagi bareng-bareng mau.." kata BG sambil memandang ke 7 temannya, Abel menoleh sumringah. "ke Alun-alun yukk kata ayah lagi ada acara, rame kayak pasar malam cuma gak malam aja." jawab Abel semangat akhirnya terbitlah kembali senyumnya. "Berangkatttt." Sahut mereka beerbarengan. ~ ~ Krepp..krepp..Test 1, 2 Dicobaa "Baiklah mohon perhatiannya yahh, mohon tertib tidak ramai." Ucap Pak Heru Guru kesiswaan. "Akan kita umumkan pemenang lomba dan pembagian hadiah hari ini sekaligus menutup kegiatan semester 1 tahun ajaran 2020-2021, jadi 1minggu kedepan akan dimulai kegiatan belajar mengajar semester genap, untuk Daffa Ketua OSIS silahkan dimulai." lanjutnya. "Hai, selamat pagi terima kasih sudah mau berkumpul disini. Okee langsung aja yah kita umumkan pemenang lomba Basket Juara 2 dari XI IPA 2, dan juara 1 dari X-4. Silahkan maju perwakilan masing2." Jelas Daffa. majulah BG sang kapten team dari X-4, sedangkan XI IPA 2 diwakili Rendi untuk menerima hadiah. "Oke lanjut yah, dan pemenang lomba kebersihan kelas adalah... Juara 3 dari Kelas XII IPA 1, Juara 2 dari XI IPA 2, Juara 1...siapaaa..?? kata Daffa menjeda, membuat seisi aula gemuruh dengan sorakan masing2 kelas, sedangkan Abel dibuat cemas berharap memenangkannya. "Yang paling terkonsep diantara yang lainnya, selamat X-4." lanjut Daffa. "Wuaaahhhh menang" "Abelll..Abel..Abel..juara." "Emang bukan kaleng-kaleng Abel gue." "Hipp..hipp menang.." "Yayang Abel daa bestt.." sorakan Yandi dan teman sekelasnya begitu riuh membuat kehebohan di aula. "Kamu maju yah ambil hadiah." ucap BG pada Abel "Gamau malu." "Majulah Bell elo yang pantes ngambil hadiah it." sahut Dekka dan membuat Abel pasrah Saat menaiki podium, Abel membungkuk memberi hormat kepada kakak kelasnya yang mewakili kelas mereka. Abel berada disisi sebelah Rendi Ketua kelas XI IPA 2 karena juara 2. "Yahhh elo bikin si Abel jadi sebelahan sama si cogan bro." ceplos Kevin sontak mendapat pelototan dari BG sedang sahabat Abel cekikikan melihatnya. "Si Abel yahh Ratu Caper, kenapa kudu dia sih yang maju," ucap Karina terdengar agak lirih karena posisi berdekatan dengan posisi BG dkk, mereka kompak menoleh pada sang nyai ronggeng. "Woyy tuhh mulut main nyablak ajah, berani sini baku hantam." balas Metta nyolot. "Loe b***k yahh sampek gatau kalo kelasnya Abel menang, dia yang wakilin kenapa elo sewot. Jangan-jangan gak terima kalah lagi, iyaaa?" lanjutnya. "Wahh loe junior berani banget sama gue." balas Karina tergopoh2 segera menghampiri Metta, namun mereka sudah dikendalikan oleh masing2 temannya agar tidak membuat keributan. "Awas lo yah sampek bikin berita yang enggak-enggak tentang Abel habis loe sama ." Sahut Metta naik 1 oktaf. "Dahh lahh Mett loe ngurusin biang onar ngikut gilak loe ntar." Setop Dekka, BG berusaha tetap tenang karena dia ingin fokus memperhatikan gerak gerik Abel di depan podium. Saat akan turun dari podium Rendi mengucapkan selamat pada Abel, dibalas Abel dengan meraih jabat tangan sang kakak kelas. Memang sudah banyak yang tahu bahwa Abel lah dibalik kemenangan kelasnya di lomba kebersihan kelas. "Hayoo ada apa tadi kok dari atas aku liat ada huru hara." tanya Abel. "Insiden kecil aja kok."potong BG "Biasa ratu onar nyebut-nyebut nama loe, terpancing lah gue." jawab Metta. Abel tersenyum mendengar sahabatnya membelanya, kemudian dia kembali pada tempat duduknya sebelah BG. Bersambung....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN