Sebenarnya apa sih masalah kamu, sehingga membuat hatimu begitu sakit padaku.
Arabella
°°°•••
Setelah menerima hadiah lomba kelas dan kembali duduk diposisi sebelah BG, Abel sangat antusias untuk segera membuka bingkisannya, bahkan teman-temannya pun tak sabar menyorakinya.
"Buka..buka..buka.."
"bongkar Bell elah lama amat"
"Dapat apaan kira2."
"Buruan dong Bell"
"Ehh buset brisik banget pada, sabar elahh."Cela Metta
"Ampun dah bocah kayak pasar banget." sahut Dekka."Ehh buka gih Bell gue juga penasaran."Lanjutnya membuat BG mendengkus sebal.
"Jadi bukaaak nggak,..Diem dulu.."jawab Abel
Saat akan membuka hadiah, nyatanya kegiatannya gagal hanya karena Abel kedatangan Tamu.
"Abeeell, huaaaa elo menang. gak dikomplek gak di sekolah bisa juara 1. emang terbaaik..btw hadiahnya apaan"potong Airin, sedangkan yang menghela nafas.
"Ahh elo Ai kita2 daritadi senapsaran giliran mau dibuka main nyamber aja."Sahut Metta.
"Yaa soryy kagak tau gue. hahah buruan dilanjut Bell."
Krekk..krekk sobekan pertama baru dimulai oleh Abel.
"Wooyy ratu drama, tukang caper emang doyan banget yahh bikin kehebohan mang dasar centil lho yah." Teriak seseorang, Abel membola matanya melihat siapa yang bertamu sedangkan para sahabatnya sudah gregetan ingin mencabik2 kedatangan tamu tak diundang.
"Ampun dahh Maimunah lagi yang datang."sahut Metta
"Bukan Maimunah lagi ini mah jailangkung, datang tak diundang main nyamber-nyamber ajahh."balas Dekka sarkas, BG dan teman2nya nampak ada yang menahan tawa bahkan Kevin sudah terpingkal-pingkal mendengarnya.
"Kamu sebenarnya ada masalah apa sih kak sama aku, kenapa kamu kayak sebel banget sama aku."potong Abel tidak membiarkan para sahabatnya semakin memanas.
Airin tahu bahwa saat ini sahabat kecilnya sudah akan meledak amarahnya, dia hanya diam tak mau berespon. Abel yang selama ini terlihat diam saat semua orang bergosip yang tidak pada kenyataannya nyatanya sekarang dia mulai bereaksi.
"Lho gak tau salah elo apa, loe kan caper daritadi sama kesayangan gue. Trus ini apa bikin kehebohan di aula biar pada merhatiin elo gitu. emang dasar ratu drama lho."jawab Karina, Abel mendengarkan dan menunggu sampai Karina menyelesaikan katanya.
"Masih junior juga belagu sok2an kecentilan."lanjut karina lagi
"CUKUUUP." BG menyela dengan nada tinggi.
"Ngomong gak ada isinya, loe udah ngaca, elo udah yang terbaik jadi orang."lanjutnya, Abel menghentikan BG meredamkan amarahnya takut terjadi hal yang tidak diingikan.
"Wahai Kakak Karina yang terhormat, saya Arabella junior yang hina ini mohon maaf yang sebesar-besarnya jikalau saya telah menjadi ratu drama disekolah ini. Sebelumnya saya mau jelaskan bahwa saya tidak pernah caper dengan kesayangan kakak siapa pun itu. Pertanyaan saya siapa kesayangan kakak yang dimaksud. Mungkin kakak sedang halusinasi melihat saya, bahkan saya tidak pernah memasuki wilayah kakak selama disekolah.
Dan dengan berat hati saya memutuskan untuk turun jabatan dari gelar ratu drama. Mohon nona Karina dengan senang hati menerima kembali gelar bangsawannya. Sudi kiranya engkau menerimanya yang mulia." Ucap Abel santai sambil membungkukan badannya seperti di kerajaan, jangan tanya gimana dengan sekitarnya, Bahkan BG, sahabatnya dan teman-teman sekelasnya sudah tidak bisa menahan ketawa.
*
*
Mereka semua yang ada di aula merasa takjub dengan sikap Abel yang santai menyikapi Karina. Seharusnya tuh jambak-jambakan atau tampar-tamparan ini malah santuyy.
"gilak Abel top dah versus Karina"
"Malu banget oeyy gue temenan sama Karina"
"Buset gue jadi Karina udah buang muka saking malunya."
"Emang Abel bocah ajaib santuynya dia justru bikin Karina malu."
"Sejarah nih ada yang buat Karina Kicep"
Dan banyak lagi Kata-kata dari teman-teman Karina. Daffa dan Rendi pun merasa sangat malu dengan kejadian yang sedang dipertontonkan dimuka umum. Mereka segera meninggalkan tempat tanpa bersuara.
Karina yang merasa kalah dan dipermalukan menghentak-hentakan kakinya karena tidak ada yang perduli dengannya. Poor Karina.
"Kalian temen gue bukan sihh kok gak ada yang ngebelain." tanyanya.
"Dihh ogah yang ada entar gue jadi malu sendiri lawan Abel." jawab salah satu temannya.
"Mendingan cabut yuk daripada semakin malu disini." ajak teman Karina yang lain
"Ehh tungguin dong gue." sahut Karina segera mengejar teman2nya.
°°•••
Naas, saat berlari mengejar temannya dengan tergopoh-gopoh, Karina justru tersandung kakinya sendiri mengakibatkan dia jatuh tersungkur, Yaaa ampun Doble Poor Karina.
"Kasihaaan mana masih muda, gilaaak sakit perut gue ketawa mulu.." Ucap Cindy sambil memegang perutnya.
"Ehh udahan dong ketawanya gak sopan, ngetawain orang tua." sahut Abel membuat temannya semakin terpingkal-pingkal.
"Lahhh loe tu ya Bell..maksudnya si Karina udah tua gitu. Buahahhahah." balas Kevin.
"Ish bukan gitu, maksudnya kan dia kakak kelas jadi usianya diatas kita jadi yahh gitu. Ehmm Bagas si Kepib nihh." Manja Abel pada BG.
"Sudah-sudah yuk kantin lapar kan." ajak BG.
°°°•••
°°°•••
Akhirnya mereka bersama-sama menuju ke tempat penghilang dahaga dan lapar. BG sama sekali tak melepaskan genggamannya pada Abel.
"Shit..biang onar lagi, sampai bikin ulah lagi gue bejek-bejek dah tuh orang." ucap Metta saat melihat sosok tukang keributan begitu memasuki koridor kantin.
"Wesss, neng Metta sadiss."
"Jangankan elo, gue juga masih males banget, berhubung laper gimana lagi." sahut Dekka
"Masih mau terus lanjut makan."tanya BG pada Abel
"Hemmmbb, Laper sihh tapi agak males kalau ada keributan lagi."
"Selagi kamu masih gandeng aku gak akan terjadi."Ucap BG sambil menggoda.
*
~
Akhirnya mereka memilih duduk berjarak dari posisi Karina dkk. Meskipun demikian nampaknya Karina tetap memperhatikan keberadaan Abel.
"Loe jangan bikin keributan lagi dah sekarang, gue masih malu sama kejadian tadi, mau taruh mana muka gue depan adik kelas." ucap teman Karina.
"Trus loe tuh sensi amat sih sama tuh bocah, mana yang katanya dia caper sama Rendi."
"Yahh kan loe tau sendiri kejadian di koridor kelas, pas ujian sebangku, trus nerima piala, banyaklah pokoknya."
"Itu sihh kebetulan Rin, elonya aja yang sensi, liat nohh dia kemana-mana nempel si kapten basket kelasnya bukannya si Rendi."
"Lagian si Abel terkenal cerdas, dia sanggup kendalikan situasi kalau elo lawan dia mending loe pinterin dulu otak loe yang setengah."
"BODOH AMAT DAH LOE KATA." gebrak Karina pada meja di depannya. Bahkan saking kerasnya membuat minuman melayang dan tumpah mengenai wajahnya, dan membuat seisi kanti tertawa terbahak2.
Nyeessssss
"Akkkkhhhhh"..teriak Karina. Triple poor Karina.
"Duhh ya ampun Rin."
"Yukk kabur guys sebelum negara api menyerang." ceplos teman-teman Karina, mereka berhamburan meninggalkan kantin.
"Buahaahhahahha.."
"Yaa ampuun kasihan banget wkwkwk."
"Kasihaaaan embaknya mana masih muda."
"Kocaaak wei."
"Haduuhh sudah dong guys, puas amat ketawanya." ucap Abel
"Bagas ihhh, teruss aja. Dekka, Metta, Cindy.."Lanjutnya merajuk.
"Apa sihh, habisnya lucu tau."
"Iyaa udah setop yahh ketawanya BG..
"Buahahahahh.hahh bentar Bell aduhh sakit nihh perut."
"Ishhh cubit yahh,. ucap Abel
"Jangan sayang sakit." ceplos BG dapat gratisan sorakan
"ciee.cieeee.."
"Uhuk uhuhhhkk"
"Sayang opo koe krungu"
"syang-sayang pala loe peyang "
"Kowe tak sayang-sayang."
Naaahh kan jadi pada nyanyi semua, semakin heboh lah kantin dengan kelakuan mereka.
"Trus kalau kejadian ke aku apa kalian juga akan ketawa." ceplos Abel sontak membuat mereka semua terhenti dari ketawanya.
"Ekheemmmm, syuuut.. yaa enggak lah. kamu kan gak mungkin mempermalukan diri kamu sendiri." balas BG sambil mengelus puncak kepala Abel, membuat sang empunya malu-malu meong.
*
~
Bersambung
Jangan lupa tap Love, dan koment yahh.