Rame-rame

1097 Kata
Setelah keluar dari kompleks rumah Abel, kini mereka tengah menuju lokasi yang sudah ditetapkan untuk berkumpul dan selanjutnya akan berunding untuk tujuan utama. * * Selama perjalanan diatas motor banyak perbincangan yang dilakukan Abel dan BG untuk menghempas keheningan dan kecanggungan keduanya hingga sampai dilokasi. Flashback On "Kamu cantik hari ini Bell." "Hemmmpp, emang kemarin-kemarin gak cantik yahhh." "Cantik kok tapi kan kalau pake baju seragam sama baju biasa keliatan beda, sekarang ini kamu keliatan berbeda sama yang lain."jawab BG "Iyaaa soalnya kalau disekolah sudah pasti sama semua bajunya, kalau diluar rumah yahhh inilah aku dengan ciri dari aku sendiri." "That's i means."sahut BG sambil tersenyum lebar. Kemudian dia meraih tangan Abel yang semula berpegangan di ujung jaket BG mengarahkan melingkar keperutnya. Otomatis Abel nampak seperti memeluk BG. "Bentar aja, gak ada yang merhatiin juga." ucapnya setelah Abel tanpa penolakan dengan apa yang dimaksud BG. "Iyaahh, kalau ada anak-anak jangan harap yahh."Abel berkata dan nampak dari kaca spion terlihat BG Tersenyum sangat manis. Hemmmmm, Nyamaan Berharap akan seperti ini seterusnya, bersama-sama, batin Abel. °°•••... Back Author Memasuki wilayah parkir Taman kota terlihat para sahabat Abel dan BG sudah sampai duluan, Abel melepaskan tangannya pada perut BG. Setelah Bertemu mereka mencari tempat duduk untuk sebentar sambil melepas kerinduan. "Abellll, misss misss..." teriak Dekka saat melihat Abel turun dari boncengan BG, bahkan helmnya pun masih terpasang dikepala sudah main seruduk aja. Disusul oleh Metta dan Cindy mereka berpelukan layaknya Teletubbies. "Berpelukannnnn, Teletubbies.. teletubbies.." ceplos Kevin sambil merentangkan tangannya hentak berhambur dengan para gadis. "Gue bogem loe Vin kalau berani peluk Abel." potong BG menarik tangan Kevin saat melihat posisi yang dituju Kevin adalah Abel. "Weeeyy..weyyy..weeei santuy boss, gak ngehh gue kalau ternyata itu punggung nyonya."jawab Kevin setelah dia sadar kenapa BG menarik tangannya.. Riki dan Wira sudah terbahak melihat kelakuan sahabatnya itu, emang dasar bucin ajah tuh BG. "Sono loe nyosor Metta gak masalah kan partner loe jangan yang udah ada pawangnya."Sahut Riki sambil cekikikan. "Apaa loe minta gue gebuk Rik, ogah gue sama Kevin." jawab Metta "Ogah-ogah tapi tadi dimotor tidur pake meluk-meluk." balas Kevin "Beneran loe Kev" "Cieeee uhuuuyyy" "Si Metta malu-malu mau" "Diihh Metta lain mulut lain hati" "Sudahlah kelihatan kalau jodoh nih" Begitulah celetukan para sahabat Abel dan BG yang semakin kesini mereka pun sudah semakin akrab. Kadang bertengkar kadang adu mulut tapi tak jarang akur dan kompak menjadi bumbu dalam persahabatan. Setelah berunding akhirnya mereka memutuskan untuk nonton bioskop sampai makan siang. Kurang lebih 3 jam ada di bioskop dan makan siang mereka mampir ke timzone arena permainan. BG menggandeng Abel mengajaknya melipir menuju bom-bom car, gilirannya berdua dengan Abel, karena sedari tadi dia disabotase sahabatnya. "Bom-bom car yukk, bisa kan." tanya BG pada Abel, diangguki oleh sang gadis. Abel dan BG memasuki arena Bom-bom car, permainan yang tergolong seru bagi remaja seusia mereka. BG mengejar Abel yang tengah berputar didepannya. Brukk.. "Eitss gak kenaaa."seruan Abel saat ia hendak tertabrak BG namun dia mengecohnya alhasil BG menabrak pengemudi lainnya. "Ehhh maaf..maaf.." ucap BG sopan pada orang yang ditabraknya. "Sini kamu jangan harap bisa lepas dariku yahh." Ancam BG mendengkus yang melihat ejekan dari Abel. Berakhir saling kejar-kejaran justru menambah keseruan mereka yang tak luput dari pengamatan para sahabatnya. Bahkan salah satu dari mereka ada yang mengabadikannya dalam video. Sudah berapa kali Abel terkejar dan tertabrak oleh BG serasa tak ada puasnya mereka tertawa lebar, sesekali BG meneriaki sahabatnya agar ikut bergabung. Namun mereka menolak dengan alasan malas antri, takut pusing dan lainnya. "Gas cabut udah jam 3." Teriak Wira yang tengah menghampiri BG. "Okay dahh selesai semua."jawabnya "Hembb".. "Sippp lahh." "Yukk cuzz." °°°•••... Sesuai perjanjian mereka sebelumnya, pergi di Mall hanya sampai ashar karena Cindy sudah ada janji. Saat menuju parkiran, BG memicing melihat salah satu toko aksesoris dan memutuskan untuk mampir sebentar mengajak Abel. "Mau apaa." tanya Abel "Liat-liat kalau cocok beli lah." jawab BG. "Ini mau nggak."lanjutnya, Abel mengangguk setuju saat BG menunjukan gelang couple dari tali dengan gantungan amor love jika tergabung satu sama lain. "Baguss banget, makasih." ucap Abel setelah dipasangkan gelangnya, BG melihatnya tersenyum senang. °°•• °°•• "Yaampunn kemana aja sihh ditunggu juga." ceplos Metta saat melihat BG dan Abel baru sampai parkiran setelah 10 menit berpencar dengan yang lainnya. "Lahhh sewot loe Mett,." sahut BG ketus "Nyasar tadi lupa koridornya." jawab Abel melihat BG setengah kesal dengan perkataan Metta. Memang sepertinya Metta sedikit sensi hari ini entahlah apa yang terjadi dengannya. * * Pov Abella Setelah sampai di parkiran mall, aku terkejut banget dengan ucapan Metta yang agak ketus. "Yaampunn kemana aja sihh ditunggu juga." "Lahhh sewot loe Mett,." BG menjawabnya tak kalah ketus "Nyasar tadi lupa koridornya." jawabku padahal kami baru saja membeli gelang dan hanya 10 menit saja jarak kami berpisah. Aku tau kalau BG agak marah dengan Metta, kenapa harus berkata seperti itu dengan nada sedikit berteriak, seolah kita sudah ditunggu lama. Tapi yasudahlah untung teman kalau enggak udah ku ajak baku hantam. Enggak Dingg mana berani aku versus Metta, jadi ku redam amarah BG sebisa mungkin. Ku lirik Dekka dia menghendikan bahu, tak tau lalu Cindy dia sudah keluar terlebih dahulu dengan Wira. "Sudah yuk pulang, seharusnya tadi kalau kelamaan kan kalian bisa duluan sihh." kataku pada mereka karena memang dari awal aku bilang pulangnya enggak perlu menunggu satu sama lain, kayak Cindy dan Wira. Akhirnya kita keluar dari Mall dan berpencar arah masing-masing, inilah yang kumaksud tidak perlu menunggu tohh di depan kita berpencar tujuannya. Namun setelah jarak kami dengan teman-teman sudah cukup jauh BG membelokan motornya menuju suatu tempat, aku pasrah dan tak melakukan protes padanya. Mungkin akan kutanya setelah sampai. * Abel Pov Off. * * "Gue antar pulang nanti jam 4 an yahh." Ucap BG setelah membelokan motornya kesuatu tempat, tandanya ada waktu bersamanya kurang lebih satu jam. "Iyahh," "kita ke kafe bentar yah."Jawab BG agar tak membuat Abel penasaran. "Kamu laper apa cuma nongkrong aja." tanya Abel. "Hemm nongkrong aja, masih jam segini, gak papa kan Bell." sahutnya. "Santuyy pak boss." jawab Abel semangat. Tibalah kami di cafe Sant Uyy yang cukup ramai, kebanyakan remaja seusia mereka. BG menggandeng Abel masuk mencari tempat duduk yang nyaman, mungkin ini pertama kalinya mereka dikatakan benar-benar kencan karena hanya ada mereka berdua saja. Dikatakan kencan mereka gak pacaran, dibilang gak pacaran mereka mesra dan romantis banget. Ahhh gak tau lahh Author juga bingung. °°°••• * * If you really want to besides of me, just do it, please stay with me Nothing to say leaves me at all. Arabella Bersambung.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN