Hai..hai..hai..
Para readers thor terima kasih masih setia sama ErenKaaa..
Sudah tap love dan koment belum, buruan dipencet lopenya, mampir juga di Yt ErenKa Studio klik loncengnya karena akan ada short video MPAA.
Happy reading guys...
Masih di Putih Abu-abu
~~~~~~~~~~~~••~~~~~~~~~~~~~
Setelah masa Kampanye sampai pencoblosan berakhir, hari ini tibalah waktunya The results.
Sedari tadi malam Abel galau, sedikit susah tidur memikirkan apa hasilnya.
Sudah ia coba untuk mengikhlaskan namun gagal.
"Ya gusti semoga semua berjalan dengan baik, hamba ikhlas apapun hasilnya."Panjat Abel dalam doanya.
20 menit kemudian..
"Abel sudah bangun." panggil bunda Riya dari bawah.
"Sudah bun, ini masih siap-siap." sahut Abel.
"Yya udah buruan ditungguin ayah tuh, sarapan."
"Okeeyy bosskuhh."
Setelah menghabiskan sarapannya Abel bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah tak lupa berpamitan pada bundanya.
"Abel berangkat Bun, doain hari ini dapat kabar bahagia yahh bun." ucap Abel, bubda paham dengan arah pembicaraan Abel.
"Pasti nak sudah kewajiban bunda mendoakan anak-anaknya." jawab bunda lalu melambaikan tangan pada mereka sampai mobil yang ditumpangi menjauh.
Setibanya di Sekolah Abel bergegas masuk kelas menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Bukannya Abel merasa takut namun dia mencoba untuk tidak menguras tenaga dengan pagi-pagi sudah menguras emosi.
Setelah kejadian di kantin Abel sebisa mungkin untuk menghindari keramaian.
Didalam kelas sudah nampak hampir full, BG dan Dekka pun sudah duduk manis dikursinya.
Abel hanya melempar senyum padanya.
"Tumben baru dateng kesiangan, enggak sakitkan..?"tanya Dekka, Abel tak menjawab hanya menggeleng.
"Kalau sakit gue antar UKS yahh, atau gue panggilin Bagas nih." lanjut Dekka.
"Enggak kok, cuma gak bisa tidur aja semalam."
"Ya udah Tidur aja sebelum nanti acara penghitungan suara."jawab Dekka.
Dekka menoleh kearah BG guna memberinya kode, Abel yang sudah menelungkupkan kepalanya.
Setelah cukup lama memejamkan matanya, Abel mengerjap membuka matanya sudah ada BG disebelahnya.
Seingatnya tadi masih ada Dekka kenapa sudah berganti orang.
"Sudah bobonya."tanya BG
"Hemmb."
"Bobo jam berapa." lanjutnya sambil terus fokus kearah hapenya.
"jam setengah du-a an kayaknya." jawab Abel, BG melihat sebentar kearah Abel lalu kembali fokus ke hapenya.
"Kenapa bobo malam banget."
"Gak bisa merem."
"Hemm, pasti mikirin hari ini kann."
"Iyaah."
"Bell yuk sekarang udah dimulai." teriak Airin dari dapat pintu kelas Abel, nampak ia bersama dengan rombongan dari kelasanya.
"Ehh, Ai Sebentar duluan gih." jawab Abel, lalu dia merebahkan kepalanya dibahu BG.
"Masih lama nggak."tanya Abel pada BG.
"Enggak kok sebentar lagi yahh."jawab BG
"Lagii buruan gess itu yang bawah serang."
"Dihh loe kata gue nganggur apa."
"Kevin anjing buff gue diambil."
"dahlahh ambil buff musuh masih banyak."
"Vin turet bawah buruan gue pancing diatas sama Wira nihh."
"Serang terus Vin sampek jebolin ke base mereka."
"Kevin begok lama banget anjing."umpat Wira.
Abel yang mendengarkan celetukan- celetukan dari para cowok-cowok itu cuma bisa menghela nafas.
Akhirnya setelah menunggu beberapa menit mereka kini menuju ke aula tempat pembacaan hasil Polling.
Tak lupa mereka memakai rompi berwarna peach sesuai dengan rompi khas tim kemenangan Airin.
BG menggandeng Abel posesif dan berjalan didepannya layak seperti bodyguard Abel, sedangkan para sahabat berbaris setia dibelakang Abel.
Ketika memasuki aula, mereka tampak menjadi sorotan beberapa banyak pasang mata.
Bagaimana tidak Abel kini berjalan bersisihan deng Kapten Tim Basket yang baru-baru ini hits.
Dekka yang melihat Abel memasuki Aula segera melambaikan tangan kearahnya agar menuju ke dekat panggung.
"Ketinggalan jauh pointnya."ucap Abel lirih tak ingin didengar Airin dan yang lainyya, namun tidak bagi BG dia masih bisa mendengar ucapan gadis itu.
"Masih baru 200an masih bisa kekejar."
"Semoga." jawab Abel lalu dia memejamkan mata guna menetralisir rasa cemasnya.
BG yang merasakan sang gadis gelisah pun mengeratkan jalinan tangannya dengan jemari lentik Abel.
Hingga saat pertengahan hingga akan habis kartu suara, nama Airin terus mendominasi bersautan dengan Angga.
Hingga hasil akhir dimenangkan Airin dengan unggul 40 poin lebih dari Angga.
-Orlando 448
-Anggada 450
-Airin 503
Semua tim pemenangan dan para pendukung Airin larut dalam euforia kemenangannya.
Lalu panitia mengumumkan agar Airin maju kedepan untuk melakukan Sertijab dengan Daffa.
"KEPADA KETUA OSIS 32 TERPILIH AGAR BISA MAJU KE MIMBAR."
Langkah Airin gontai, ia serasa masih belum percaya saat ini.
Serah terima jabatan diberikan oleh Daffa kepada Airin dengan Simbolis memberikan rompi Osis dan Keplek Ketua Osis.
Setelah Sertijab dan Pidato pertama Airin sebagai Ketua OSIS angkatan 32 menjabat Ketua OSIS perempuan pertama selama beberapa kali dilakukan pemilihan Ketua OSIS, lalu dia turun menuju kearah Abel.
"Bell ma-makasih banyak yahh, sudah membantu Ai kalian semua juga thanks yahh." ucap Airin yang sudah menangis tersedu-sedu.
"Ini semua hasil usaha kerasmu Ai bukan kita."
Mereka larut dalam tangis bahagia, hingga Dekka menghampiri jika ada masalah sekarang.
"Ai denger-denger ada yang menggugat."
"Hemmm, siapa.??"
"Dari pihak Orlando."
"Lahh bukannya dia juga kalah dari Angga."sahut Kevin dibelakang.
"DIMOHON KEPADA TIM DARI KETUA OSIS TERPILIH AGAR BISA MERAPAT MENUJU PANGGUNG."
Panggilan suara dari Speaker terdengar, Abel, Airin BG dan para tim pemenangan Airin bergerak menuju ke arah Kakak kelasnya.
"Ada apa yah Kak."tanya Airin tegas.
"Ehmm Sebelumnya mohon maaf ini ada banding dari pihak Orlando, yang mengatakan jika ada kampanye terselubung yang kalian lakukan." jelas Daffa, Abel yang paham arah pembicaraan itu segera bereaksi.
"Biar saya yang maju kak, saya penanggung jawab Tim."
"Baiklah silahkan."ucap Daffa
Abel melangkah menuju mimbar tanpa ragu.
"Hai semuanya, maaf ganggu sebentar, sebelumnya perkenalkan saya Arabella ketua tim Pemenangan Ketua OSIS terpilih Airin Hatta.
Dengan senang hati menerima antusian perhatian dari teman-teman semua."
Terdengar Kekehan dari beberapa orang yang paham dengan sindiran halus dari Abel.
"Jadi diantara teman-teman ada yang mengajukan permohonan banding tidak."tanya Abel namun tidak ada yang menyahut.
"Oke fine jadi dari teman-teman tidak ada yang menolak hasil terpilihnya Kandidat kami, saya akhi..." ucapan Abek terputus.
"Kalian melakukan kampanye terselubung saat akan pemungutan suara." ucap seorang laki-laki yang berada di tim Orlando.
"Terima kasih antusiasme nya kakak, sebelum anda mengajukan banding baiknya anda tonton video saya sampai benar-benar paham."
"Maksudnya..?" cowok itu bertanya.
"Babat Abis Bell."
"Kasih keras Bell."
"Saya putarkan videonya namun mohon maaf tidak bisa menampilkan visualnya."
"Hai Ai, enggak tau yah mau ngomong apa. Yang tiba-tiba aja aku pengen bikin video ini.
Semoga kamu semangat yah besok, apapun yang terjadi entah kalah atau menang kamu akan menjadi pemenang dihatiku selalu.
Dan kalau Ai menang jangan lupa tuh janji kamu yang mau adain camp, heuuummmmb pasti seru tuhh, aku udah ngebayangin banget nihh.
But if you doesn't be a winner, its okay we can do it with each other. With our fams or our friends too.
So, my Baby Airin hatta you did it. Kamu sudah lakukan yang terbaik dimata aku.
Finally i just wanna say hope you get some lucky enough. Your my precious ??.
Sending love to my little friends.
Thanks for watching."
"Soooo..Adakah kata-kata saya menyebutkan Ayo dukung Airin, ayo coblos Airin, atau jangan lupa pilih Airin..?
Nothing's, because this video's not for making campaign as you know."
Video ku murni untuk memberikan semangat untuk sahabat terbaikku agar dia tetap fine walaupun kalah.
Kamu, iyaa kamu bahkan tak tahu jika Orlando pun memberikan like kepada video saya, yang artinya dimana dia pun ikut larut dalam setiap kata saya.
Dimana ada orang mensupport temannya yang walau dia kalah tak menjadi beban. Tak ada bukan. Bahkan kalian menggugat kami dengan tuduhan tak berfaedah.
Saya katakan disini, jika Angga yang menggugat saya masih bisa mentolerir namun disini pihak anda justru masih diposisi sebelum Angga."
Banyak yang kasak kusuk membenarkan ucapan Abel, Menyindir secara halus namun tak ada nada menyakiti.
"Lalu bagaimana dengan kalian memakai baju sama, bukankah itu menarik atensi murid." lanjut cowok itu.
"Wahhh belum puas dia, hajar Bell."
"Anda bisa mengatakan kami kompak menggunakan rompi, itu memang strategi kami agar menarik perhatian salah dimananya, kami gunakan rompi ini saat kampanye dan hari ini, apakah ada yang memakai pada saat masa tenang. Speak up tapi harus disertai bukti, jangan sekedar katanya-katanya.
Saya pastikan tidak ada yang memakai atribut diluar masa kampanye karena mereka-mereka yang memakai atribut adalah tim inti yang kesehariannya bersama saya.
Saya berani bertanggung jawab."
Gedung aula hening mendengar suara Abel yang sedikit meninggi. Tidak dengan BG yang terus menampilkan senyum melihat gadis itu tak gentar membela Airin.
"Kak Daffa."Panggil Abel, Daffa yang dimaksud pun melangkah menuju mimbar.
"Baik, dari pihak Orlando atau Anggada apakah masih ada uneg-uneg segera kita tuntaskan, selagi masih ada ketua Tim dari Airin Hatta."
Tak ada sahutan namun Abel melihat masih ada gerutuan dari pihak Orlando.
"Saya tekankan disini, masalah video kalian bisa pelajari memakai kamus besar indonesia coba dicari adakah kata yang bernada Campaign disana, dan masalah atribut, seharusnya kalian cerdas. Menarik atensi dari pemilih tidak harus melakukan kecurangan dengan membagi-bagikan uang jajan, cukup kita menampilkan kekompakan dan mengajukan program kerja yang menarik agar mereka juga ikut tertarik.
Ini adalah strategi pemenangan, sebelum anda menghujat introspeksi dulu apakah team anda solid untuk memperjuangkan calon Anda. Sekian dari saya."
"Luar biasa sekali perjuangan dari ketua tim pemenangan Ketua OSIS terpilih, enggak salah ternyata Airin Hatta mampu menjadi Ketua OSIS perempuan pertama disekolah kita karena pendukungnya cerdas, solid, berstrategi dan penuh semangat. Standing applaus dari kami OSIS senior kalian." Ucap Daffa, disambut gemuruh tepuk tangan dari aula.
Abel tersanjung menundukan kepalanya memberikan salam hormat, dan menjabat tangan Daffa.
Didampingi Airin, Abel menuju kearah para kandidat OSIS Anggada dan Orlando.
Anggada dengan tulus mengucapkan selamat kepada Airin, begitupun dengan Orlando.
Siapa yang mampu menolak pesona kedua gadis cantik itu, terlebih seorang Arabella.
Abel menghampiri cowok yang sedari tadi diajak debat lalu menjabat tangannya.
"Maaf yah kalau Abel menyinggung perasaannya, tak ada niatan buruk Abel kok."
"Hemm, enggak kok justru harusnya gue yang minta maaf gak seharusnya menuduh sembarangan."
"Tak apa, karena kita belum mengenal jadi berfikir negativ bukan menjadi tak mungkin."
"Sorry ya Bell, hemm gue Adit."
"Iyaa salam kenal Adit." ucap Abel lalu meninggalkan mereka menuju kearah BG yang sedari tadi terus memandang dari kejauhan memantau sang gadis pujaan.
"Sudah clear."
"Hemmb, Alhamdulillah." sahut Abel lalu meraih tangah BG mesra berjalan beriringan dengan para sahabatnya, sedangkan Airin kembali ke Anggota Osis angkatannya yang secara tidak langsung menjadi anak dibawah pimpinannya untuk 1 periode mendatang.
~
~
~
Menjadi kuat bukanlah berarti menjadi orang yang mampu menjatuhkan lawan dengan tanpa perjuangan.
Arabella
MASIH DI PUTIH ABU-ABU