Hai readers sudah tap lovenya belum, buruan dipencet dulu tombol lope.
Mampir di ErenKa Studio juga yah guiss..
~~~••~~~••~~~
Setelah Mendung terbitlah pelangi di Harapanmu
Arabella
*
Sudah dua hari Abel tidak masuk, namun kondisinya sudah membaik. Bahkan rencananya nanti sore infus sudah dilepas.
Meskipun demikian tak lantas membuat Abel bisa sembarang meremehkan, karena masih dalam pantauan sang dokter.
Bagi Abel dr.Adam sudah seperti kakak baginya. Sosoknya yang penyayang dan mengayomi membuat Abel nyaman.
"Makannya jangan telat lagi Bell, kurangin aktivitas kamu gak boleh capek. Pantangan makanannya juga dijaga." ucap dr.Adam
"Iyaa abang dokter."
"Emangnya les pengarang bikin capek yah sampek jadi sakit gini." lanjut dr.Adam
"Enggak, kemarin itu cuma pas harus pulang malam, jadi aku gak istirahat daaannn..lupa makan pulak bang."
"Hemmm, emang nakal yah." sahutnya sambil mencubit hidungku.
"Sakit bang, ishhh bilangin bunda yahh."
"Apaa sih berantem aja."balas bunda
"Kalau gak bocah udah kubawa ke KUA nihh."
"ihh ogah entar sakit dikit main suntik." ceplosku membuat dr.Adam terkekeh.
Setelah memeriksa dan melepas infusan Adam dan perawat yang dibawanya pun meninggalkan rumah Abel. Dia masih ada jam praktek nanti malam.
Tak lama Hape Abel berdering menujukan ada yang menelponnya.
My Ai calling...
"assalamualaikum my baby udah sembuh."
"Wa'alaikumsalam sayangkuhh." sahutku yang membuat bunda mendekat. Dikira anaknya sayang-sayangan sama orang.
Bunda bersindekap tangan menyorot tajam pada Abel.
Abel yang paham pun sengaja menggoda sang bunda.
"Kenapa kangen yahh, sini dong peyuuk."lanjut Abel, kemudian bundanya sudah nampak duduk disampingnya.
"Udah mendingan kok Ai,"
Saat menyebut Ai sang bunda sedikit melonggarkan sorot matanya, Abel terkekeh melihatnya bahkan hampir meledak tawanya.
"Syukur dehh, nanti gue main kerumah mau dibawain apahh."
"Apaa yah, yang seger-seger gitu enak tapi aku gak bisa buah yahh."
"Es campur emak mau, tapi esnya enggak banyak aja."
"Mauuuu banget kalau es campur."
"Bunda mau juga dong Bell."sahut bunda, Abel melirik lalu menganggukan kepalanya tanda setuju.
"Bawain dua yah Ai satu buat bumil."
"Okayy see you."
Klik....
Bundanya nampak sumringah mendengar kata Es campur wajahnya seperti habis mendapat lotre.
"Nguping ajah sih."
"Habisnya pake sayang-sayangan bikin jiwa kepo bunda terpancar."
"Kenapa kalo syang-sayangan."
"Yahh gak papa sih pengen tahu aja siapa pacar Abel."
"Abel gak punya pacar bun."
"Lhaaa si Bagas siapa kalau bukan pacar kamu, kasihann gak diakuin."
"Dihh bunda emang bukan pacar cuma temen dekat aja."
"Bener ya bukan pacar, kalau main pacar-pacaran bunda pondokin." celetuk bunda lalu menuju dapur, sepertinya perutnya sudah minta diisi lagi.
"Dasar perut gentong baru juga makan, makan lagi."monolog Abel, "bukan gentong ding emang makannya dibagi dua pasti laper terus bawaannya."
Abella Pov
Sampai siang aku belum mendapat kabar dari BG, entahlah kemana tuh bocah. Aku biarkan mungkin dia sedang sibuk.
Namun Airin bilang nanti dia akan kerumah, Hemm ada rasa kecewa sih. Yang kutunggu sedari tadi adalah BG. Walaupun tak bisa kemari setidaknya menghubungiku.
Dirumah sepertinya aku akan cepat pulih, bagaimana tidak bundaku selalu mengajak makan bersama. Dan bisa jadi badanku bisa tambah berisi.
"Temen-temen mu nanti kesini lagi Bell." tanya bunda
"Kayaknya enggak bun, tapi Ai nanti kan kesini."
"Owww yasudah bunda mau belanja soalnya, jadi kalau ada temen-temen kamu bunda mau belikan cemilan sekalian."
"Helehh segala nunggu temenku, beli aja tohh bunda gak pernah berhenti nyemil."
"Hemmmb, iyaa sihh."
"Abel mau titip apa."
"Terserah bunda, apa aja mau."
"Oke sendiri dulu yah, bunda sama mbok belanja dulu."
Aku mengangguk lalu mereka keluar, rumahku jadi sunyi begini.
Tak lama hapeku berdering menampakan nama yang selalu kutunggu. meminta Video call
"Haii."
"Hai juga, enggak pelajaran." sapaku tak lupa kutampakan senyum termanisku.
"Kosong baru aja ngerjain tugas."
"Hemm, enak yahh."
"Gak enak gak ada kamu."
"Iyaa besok udah masuk kok nih." kulihatkan pergelangan tanganku yang sudah tak ada infusan lagi.
"Kok udah dilepas, sejak kapan."
"Ihh kamu gak mau aku sembuh, barusan aja kok."
"Kata bunda kamu kalau sakit lama, ini kan baru dua hari."
"Hemm mungkin aki dirawat dirumah jadi cepet sembuh kalau di rumah sakit kan malah setres."
"hemm iya juga sih, ohiya aku nanti latihan basket jadi gak bisa kerumah."
Aku mengangguk, sudah kusangka sedari tadi.
"Gak papa kan...??"
"Gak papa lah masak aku harus marah, Kapan mulai test nya."
"Setelah libur UN, sekarang masih sibuk sama pencalonan OSIS kayaknya."
"Ohh pantes si Ai nanti kerumah."
"mo ngapain, tumbenan."
"Mo nganter es campur emak."
"Kamu pengen es campur."
"Tadi ditawarin jadi aku sihh yess."
"Mau dibawain apalagi entar aku nitip ke Airin."
Aku berfikir sebentar dengan permintaan dari BG.
"Siomay ples batagor boleh deh."
"Okee meluncur, aku kantin dulu bay."
"babayy miss u."
"Hahhh...miss u too."
Setelah menutup VC dari BG, kurasa degub jantungku berdetak cepat. Kenapa pake keceplosan segala, kan jadi malu.
Sabodohhh lah, emang aku kangeen banget liat wajahnya. Apalagi kalau dia memandangku erat sampai membuatku salah tingkah.
Mungkin iya aku sudah terlanjur sayang sama Bagas, tapi tetap aku harus konsekuen untuk tidak terlibat dalam kata pacaran. Bisa di hapus dari KK sama ayah, bahkan lebih parah bisa dipondokin sama bunda.
Sore Harinya
Setelah tidur siang dan menyantap bubur sumsum mutiara yang dibuatkan mbok, aku mandi karena 3hari mandi seka rasanya enggak nyaman.
Saat masih dikamar mandi kudengar suara Toa dari si Ai.
"Abeeeell ku sayang."
"Bentar woyy masih pake baju nihh."
"Okay kutunggu."
5 menit kemudian aku keluar dengan menggunakan kaos pink celana hotpant sepaha.
"Hemmm segerrr."
"Iyaa, orang 3hari gak mandi lengket."
"Nih es nya, sama pesanan dari abang BG. cerita sambil makan aja."ucap Airin, kuraih mangkuk yang di ulurkannya.
"Ada apa cayang, penting kayaknya."
"Aku udah daftarin OSIS, Bell."
"Iyaa, terus ada masalah."
"Bagi tema dong Bell, gue bingung. Mulai sekarang elo jadi mentor gue pokoknya."
"Emangnya Ai kedepan ingin program seperti apa.?"
"Makanya itu aku tanya kamu mungkin kamu punya ide. Secara otakmu cemerlang, apalagi musuhku berat dari X-1."
"Siapa emangnya."
"Orlando, anaknya Anggota DPR rumahnya Kompleks sebelah."
"Dia sudah nyampein visi misi belum."
"Belum sampai tahap situ Bell, masih baru pendaftaran, jadi 2 minggu lagi udah kampanye."
"Masih lama, kasih aku waktu untuk mencari wangsit yahh."
"Ay..ay captain."
Baiklah ada tugas negara dari sahabat kecilku ini. Sedikit berat karena lawan yang dihadapi mungkin agak sedikit licin.
Alangkah baiknya kuputar otak demi kesayangan aku ini.
Kuhabiskan malamku dengan mengobrol bersamanya sekaligus mencari konsep terbaik untuknya.
Setelah membantu Airin mungkin kedepan ada agenda menemani latihan Bagas, jadi aku harus banyak minum vitamin nih.
Aku merasa senang dimasa sakitku orang tersayangku selalu menginginkan keberadaanku, bahkan mereka sudah seperti mood bosterku sehingga kini aku jadi cepat pulih.
Sampai malam hari, kami berembuk mencari konsep, Ai sungguh bersemangat sekali, kulihat pancaran matanya seolah tak ada lelah padahal sudah pukul 10 malam. Akhirnya dia akan menginap dirumahku, dan besok kita akan berangkat bersama.
~•~
~•~
Abella Pov off
Paginya Airin sudah pulang untuk mandi dan berganti seragam dirumahnya, setelah 20 menit berlalu dia kembali sudah membawa Motor kesayangannya.
"Ayah Abel berangkat dulu, Ai ngajak bareng."
"Hati-hati, Maemnya Bell jangan kelupaan."
"Siap boss."
Setelah berpamitan pada ayah bundanya, Abel keluar menunggu Airin yang sudah didepan gerbang. Sesampainya diparkiran motor, mereka bertemu dengan BG dan kawan-kawan. BG menghampiri Abel yang masih belum sadar dengan keberadaannya.
"Bisa lepasnya enggak."ucap BG, refleks Abel menoleh dan tersenyum.
"Nyangkut."balas Abel lalu BG meraih knop Helm yang digunakan Abel dan membantu melepaskannya.
"Ini berdua yah, masih pagi loh..Ish.ishh." ceplos Airin, Abel dan BG menoleh kearahnya.
"Enggak bisa buka knopnya nih lehernya sampek merah kegores talinya."
"Elo kelihatan aja sih Gas." balas Airin
"Dia mahh kalau urusan Abel hal kecil diperhatiin." sahut Riki.
"Yuk masuk dah mau bel." potong BG, lalu meraih tangan Abela
"Bye Ai, nanti istirahat aku samperin."
"Okaay my baby."
Mereka berjalan masuk kedalam sekolah dan masuk ke kelas masing-masing. Abel masih ada tugas hari ini untuk menuntaskan proposal program kerja dalam pencalonan Ketua OSIS.
Tak ingin membuat sahabatnya kecewa, Abel pun ikut bersemangat menjadi tim pemenangan Airin.
Tim sukses Airin aja ada Arabella yang sudah direkomendasikan oleh dewan kesiswaan, sudah pasti bukan kaleng-kaleng.