Liburan

1049 Kata
Tap lovenya dulu readers, jangan lupa komenannya yahh. Mampir juga ke ErenKa Studio ~~~~~~••~~~~~~~••~~~~~~~••~~~~ Setelah berhari-hari berkecimpung di dunia OSIS membantu menjadi tim pemenangan Airin dan penyusunan proposal pencalonan Airin, kini Abel tengah merasakan liburan sekolah UN. 3 Hari libur, BG berjanji akan mengajak Abel jalan-jalan. Abel pun bersemangat, karena dia sudah jenuh dan ingin berlibur. Namun kali ini Abel berangkat berdua saja bersama BG. Semalam BG mengabari akan menjemput setelah sarapan, mereka harus berangkat pagi agar mendapatkan udara sejuk karena tujuan mereka ada pantai. Abel juga sudah ijin pada ayah bundanya jauh-jauh hari. Ayah mengijinkannya karena Abel terlihat banyak fikiran, apalagi dia baru sembuh sakit sehingga biarlah dia menyegarkan fikiran. Alasan kenapa mereka tidak mengajak para sahabat, itu karena mereka ingin menghabiskan moment berdua. Apalagi sahabat Abel 2 orang kini tengah sibuk persiapan pemilihan Ketua OSIS baru, bahkan mereka kini berada di sekolah. Sedangkan Dekka sudah menolak sebelum diajak, mungkin dia ingin mendekatkan sahabatnya itu. Terdengar derum kendaraan di depan rumah Abel segera menghampiri, dan benar saja Mobil BG sudah terparkir dihalaman depan rumah. "Sudah siap." "Hemmh, yuk berangkat." Perjalanan ke pantai kurang lebih 1,5 jam itulah kenapa BG memilih membawa mobil, menghindari agar Abel tidak cepat capek. Padahal kan enak pake motor yaaa kan anak mudaa. Diperjalanan mereka isi dengan obrolan ringan, dan membahas tentang persiapan Bagas mengikuti penyisihan calon Kapten team basket sekolah pengganti Rendi. "Jadwal penyisihan kamu kapan." tanya Abel. "Penyisihan mulai senin tapi aku belum ada jadwal." "Emang saingannya berat yah." "Ehhhmmm, gimana yah antar gak boleh sombong sama gak boleh pede beda tipis yahh."ucap BG menoleh sekilas kearah Abel. "Tapi kamu tahukan siapa saja lawannya." tanya Abel, BG mengangguk saja. "Sebenarnya yang paling berat Orland, trus Gama, tapi cara main mereka aku masih ingat kok, jadi aku masih bisa pelajari taktiknya." "But remember that don't judge by last practice you know." "Hemmm, sure. I'm always remembered that what you say." Lalu BG mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Abel. "Satu hal yang aku ingat bahwa, dimana ada kamu keberuntungan ku selalu berpihak. You're my Lucky's one." ucap BG menggengam tangan Abel dan mengecup telapak tangannya. Abel merasakan degub jantungnya berdetak kencang, melihat tangannya yang dikecup bahkan masih dalam genggaman Bagas. Dia mencoba melonggarkan dari genggaman BG, nihil semakin keras dia berusaha melepaskan, semakin erat BG menggenggamnya. Pada akhirnya dia membiarkan saja. Tak terasa waktu satu jam setengah perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju. Meskipun nampak tak begitu ramai namun mereka berdua tetap asyik menikmati. Bahkan dalam berbagai kesempatan BG mengabadikan moment ini dengan mengambil video sang gadis pujaannya. Tak mau kalah juga Abel banyak mengambil foto BG dalam berbagai gaya, seolah tak ingin cepat berlalu waktu bersama. "Berjanjilah akan seperti ini terus yah, jangan pernah berubah."kata BG. "Aku akan berubah jika itu berawal dari dirimu, maka ingatlah satu hal ini." jawab Abel. Mereka mencoba berbaik pada semesta, dan berharap semesta tak mengkhianati kebersamaan ini. "Kalau nanti aku menang jadi kapte basket, waktuku untuk mengantarmu akan berkurang." "Hemmmb tak masalah asal kita masih tetap bertemu dan berkomunikasi." "Trus kalau kita gak sekelas lagi gimana."tanya BG, Abel menoleh lalu memberikan senyuman termanis pada BG. "Emang masalah kalau enggak sekelas, kita masih bisa bertemu kan, masih 1 sekolah." Setelah setengah hari menikmati suasana dipantai kini mereka berdua duduk sambil meminum kelapa muda. Lalu Hape BG berdering. Riki calling.... "Hallo ada apa, penting enggak." "Buset dahh nge gass loe bos, lagi dimana loe kagak ke warung kah." "Lagi sama Abel, belum tahu nanti kalau sempet mampir emang kenapa..?" jawab BG sedikit ketus. "Tanya doang elaah galak amat" "Weeei boss, jalan-jalan kagak ajak-ajak nihh, mojok yah eluu." "Kambing suara loe toa Kevin, b***k telinga gue, mau mojok mau minggir emang kenapa masalah buat elo." Abel yang sedikit mendengarkan perbincangan BG dan para sahabatnya tergelak, bahkan membayangkannya saja sungguh membuat perut sakit. "Samperin aja yuk, kangen sama mbok." "Sama gue enggak Bell."sahut Kevin yang mendengar ucapan Abel. tuuuut.. tuuuttt. BG memutuskan sambungan sepihak, mungkin dialamnya sana Kevin dan Teman-temannya tengah mengumpati kelakuan BG. Menuju ke tempat parkiran BG tak pernah melepaskan tangan gadisnya sedikitpun. Abel yang sudah terbiasa pun membiarkannya saja. "Kemesraan ini janganlah cepat berlalu." BG bersenandung saat didalam mobil terdapat lagu yang menggambarkan suasana yang terjadi. "Hatiku damai, jiwaku tentram disampingmu." sahut Abel "Hatikuu damaii, jiiwaku tentram bersamamuuu." lanjut BG menghayati setiap inci lagu. *Lagu Kemesraan by Iwan Fals. Tak lama berputar lagu. Melukis Senja by Budi Doremi. "Ijinkan kulukis senja, mengukir namamu disana, mendengar kamu bercerita menangis tertawa, biar kulukis malam bawa kamu bintang-bintang tuk temanimu yang terluka hingga kau bahagia." Mereka berdua saling beradu vokal, selama perjalanan terus diselingi dengan duet dadakan. Keseruan pun berlanjut saat mobil BG memasuki pelataran warung mbok Kar, pintu penumpang dibukakan oleh Kevin. "Silahkan tuan putri." "Sampek loe nyentuh gue gebuk."potong BG. "Wooooaa santuyy boskuhh, Overprotective."celetuk Kevin, BG melengos tak memerdulikan omongannya. "Dari pantai mana."Tanya Riki saat Abel dan BG sudah berada digazebo andalan mereka. "Pantai Ujung."jawab BG. "Sudah pada ngumpul aja nih." seloroh Abel. "Yoiii, bosen dirumah dimarahin emak mulu." sahut Riki. "Apalagi si Kevin nihh, udah obrak abrik rumah kalau enggak mau keluar."sahut Wira. "Emang kambing satu ini orang enak-enak tidur digangguin, trus yang enak kencan juga jadi korban."celetuk Riki, sambil menaik turunkan alisnya menggoda BG. "Kayak elo gak bosen dirumah aja monyet." sahut Kevin sambil melempar kacang ke arah Riki. "Udahh, ada hikmahnya kan kalau kita diluar rumah mengusir rasa bosan, asal masih dalam hal yang tidak mengarah ke yang negatif ajah." potong Abel. "Dengerin tuh kuping loe pada, daripada produksi iler mulu loe kebo, kalau nona Abel yang bilang mah pada dengerin." "Lagi pada suka dengerin omelan emaknya tuh mereka."Celetuk BG "Iyaa deh yang ada gandengan mahh enak bisa keluar berduaan, kita jomblo kalau elo enggak amnesia."sahut Wira. "Dihhh loe aja kali gue ogah, gue jojoba jomblo-jomblo bahagia bangettt."ceplos Kevin. "Jomblo kok seneng lho, emang Kevin uedaaann tenan, jangan-jangan loe homo Kev...Hiiii saaanaa loe jauh-jauh dari gue."celetuk Riki "Hiii, jangan deket gue juga." "Mepet sini gue bogem lho." kini giliran BG yang bicara. "Gue normal lhaa, sory to say yah." Buahahahhah..Semakin menggelgar tawa mereka menggoda si biang resek. Kapan lagi bisa dikerjain tuh anak kalau pas bahas kejombloan akutnya. ~ ~ ~ Bersambung.. Tonton video Abel yang direkam oleh BG saat dipantai di ErenKa Studio yahh.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN