Kris merutuki mulutnya yang tidak sengaja kembali menyakiti hati Sarah. Matanya bertatapan dengan mata Sarah, Kris dapat melihat ada luka di sana, “Yang, maaf Aku gak sengaja ngomong kayak tadi. Aku hanya cemburu aja lihat pak Said mendekati Kamu. Gak ada yang boleh dekat-dekat sama Kamu.” Sarah menatap garang Kris, “Bapak, urus aja kekasih Bapak di kota, Saya gak perlu perhatian dari Bapak. Nanti calon tunangan dan ibu Bapak akan marah lagi sama Saya. Saya gak mau dituduh mencoba untuk menggagalkan pertunangan Bapak dengan bu Gladys. Bapak itu hanya masa lalu saja buat Saya.” Sarah tidak mau Kris mempermainkan perasaannya, dengan berbuat sesuka hati Kris saja. “Permisi, pak. Saya harus kembali bekerja, Saya tidak mau ada laporan kalau Saya bekerja tidak benar dan hanya bersenang-senang

