Gladys membalikkan badannya dengan segera, karena terkejut jepit rambut yang ada di tangannya terjatuh. Gladys menatap marah ke arah Dodi dan petugas keamanan yang menatap penuh selidik ke arahnya. Gladys menelan ludahnya, terselip rasa takut di hatinya. Namun, Gladys dengan cepat menepis rasa takutnya. Ia tidak akan membiarkan Dodi dan petugas keamanan itu berhasil mengintimidasi dirinya. Gladys membalas pertanyaan dari petugas keamanan dengan balik bertanya, “Mengapa Anda ikut campur urusan Saya, Saya hanya mau masuk ke dalam ruang kerja kekasih, sekaligus calon tunangan Saya. Selagi Anda di sini, cepat bukakan pintu ruang kerja kekasih Ku!” Perintah Gladys kepada petugas keamanan yang berdiri di hadapannya. Dodi membolakan matanya mendengar ucapan Gladys, “Wanita yang kelewat percaya

