KUNJUNGAN ke TAMAN BUNGA

1483 Kata

“Terus, Mas maafkan?”   “Ya, iyalah Mas maafkan. Mas, ‘kan” Orangnya baik hati dan tidak sombong juga pemaaf.” Seloroh Kris, sambil tertawa.   “Aku penasaran, deh Mas. Kenapa muka Mas, kok ada sedikit luka dan memar-memar di kening, Mas.” Sarah menatap lekat-lekat ke arah Kris.   “Ini hal yang biasa, Yang. Kalau bertemu dengan saudara-saudara sepupu, Mas sudah pasti akan ada duel diantara kita. Itu sebagai bukti kasih sayang diantara kami.”   “Aku hampir lupa dengan konsep persaudaraan ala Mas dan juga sepupu, Mas.”   Selesai makan, Kris dan Sarah bergabung dengan anggota keluarga perempuan, sementara Kris bergabung dengan kelompok laki-laki. Kris duduk diantara ketiga sepupunya.   “Kita pulangnya nanti malam, tadi Aku sudah berbicara dengan kakak Sarah meminta kepadanya agar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN