Selesai minum dan makan kue yang tersaji, Rido mengajak mereka semua menuju ke arena olah raga yang ada di rumah paman Rido. Kris dan ketiga saudara sepupunya mengikuti ke bagian belakang rumah, yang ternyata dilengkapi dengan berbagai peralatan olah raga yang sangat lengkap. Mereka semua kagum melihat sarana olah raga yang ada di bagian belakang rumah tersebut. “Wah, Aku kok jadi mau juga membuat sarana olah raga seperti ini, di rumah ku dengan Sarah nanti, setelah kami menikah. Mas Rido, boleh datang untuk kita bertanding.” Dengan pedenya Kris sangat yakin, dirinya dan Sarah akan menikah dan Rido memberikan restu nya untuk diri nya dan Sarah. “Jangan ge er, Kamu. Kapan, Saya setuju Kamu menikah dengan adik Ku. Yakin, Kamu bakalan menang melawan Ku.” Tegas Rido. “Maaf ya, Mas!

