RAPAT DADAKAN dan PERTEMUAN dengan NENENG

1656 Kata

Kris sudah mengepalkan kedua tangannya ingin menghajar Darko. Namun, Sarah berhasil mencegahnya. Ditariknya tangan Kris, “Sabar, Mas. Jangan emosi, ingat kesehatan jantungmu, Mas lebih berharga daripada marah-marah,” ucap Sarah kalem.   “Yang, ini Aku lagi mode marah, loh. Kamu  malah ngajakin Aku bercanda.” Kris menatap Sarah galak yang dibalas Sarah dengan tatapan kalem.   “Jangan marah, ya, Mas. Sekarang fikirkan hal yang utama, pimpinan pabbrik sudah Mas berhentikan. Bukankah Mas harus mengurus hal itu, siapa yang harus bertanggung jawab dalam kelangsungan pabrik.”   “Kau, benar,” ucap Kris dan bangkit berdiri ke meja kerja Darko. Ditekannya tombol interkom yang ada di atas meja Darko. Kris menghubungi sekretaris Darko, wakil direktur pabrik dan kepala HRD, agar segera datang ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN