Sarah mencubit pinggang Kris, hingga Kris merintih kesakitan. “Berarti, Mas dulu udah pernah, ya. Melakukan hal seperti itu?” “Apa, Mas, sama si Neneng juga sudah pernah,” tanya Sarah dengan berang kepada Kris sambil berjalan meninggalkan Kris yang berdiri di depan pintu ruangan Darko. “Yang, jangan pergi, dong. Mas akan jelaskan semua masa lalu Mas, sama Kamu saat kita sudah ada di apartemen. Kisah hidup Mas begitu panjang dan berliku-liku bagaikan drama Korea.” Hereudeng, kambuh lagi sombongnya. “Oke, kutunggu penjelasan dari Mas Kris. Saat hari libur saja, mas Kris menceritakan semuanya kepadaku. Akan ku sediakan makanan yang banyak, biar Mas tidak terpotong ceritanya dengan alasan lapar. Akan ku siapkan juga kopi untuk Mas Kris, agar Mas kris tidak mengantuk saat bercerita

