Kris dan Sarah juga Pak Kusno turun dari mobil pariwisata milik perkebunan dan mereka langsung saja menuju ke mobil milik Kris yang terparkir rapi di bawah naungan kanopi. Kusno membantu membawakan buah hasil petikan Sarah dan Kris ke dalam bagasi mobil. “Bos, bukannya Bos ini sudah kaya, ‘kan biasanya juga kalau mau makan buah Bos beli saja, lah, ini kenapa malah pake metik di kebun segala. Seperti orang yang biasanya datang dari desa, itu loh Bos.” Sontak saja perkataan Kuksno membuat telinga Kris memerah. “Jadi, kamu mau mengatakan kalau Saya ini kampungan. Hanya karena memetik buah dari hasil kebun milik Saya sendiri?” tanya Kris berang sambil berkacak pinggang ke arah Kusno. Kusno menjadi gugup melihat kemarahan bosnya. “Eh, maksud Saya bukan begitu Bos. Bos, ‘kan” banyak

