Kris menjadi geram dan merasa kesal sendiri, mengingat kesalahan dahulu. Kris pun menyahut ucapan Peter dengan nada datar, “Tentu saja, Saya akan senang sekali menyambut kedatangan rekan bisnis Ku yang jauh dari Jerman. Tapi, sayang sekali sekretaris Ku tidak dapat menemanimu dan menjadi guide mu selama berada di Jakarta.” “Ayolah Kris, biarkan sekretaris mu menjadi pemandu Ku selama berada di Jakarta. Pesawat Ku akan mendarat di Jakarta dua hari lagi, Kau dapat memberikan ijin kepadanya agar bisa menemani Ku melihat kota Jakarta. Aku minta nomor teleponnya, biar Aku bisa berbicara langsung dengannya.” “Nicht!. Maaf, Aku tidak dapat memberikan nomor sekretaris Ku kepada sembarang orang tanpa seijin pribadinya langsung. Kau hanya dapat berhubungan dengannya untuk urusan bisnis saja. Sarah

