`Kris berteriak dengan nyaring di telepon, “Yang, jangan dibuka pintunya. Mas akan segera ke kamar Mu, Kamu jangan bergerak.” “Iya, Mas. Gak usah teriak-teriak juga kali. Aku, ‘kan” Gak budeg.” Dumel Sarah. Mas, juga gak usah lari-lari. Aku gak akan membuka kan pintu untuk siapapun yang mengetuk pintu, sebelum Mas Kris sampai di sini.” Tanpa menjawab ucapan Sarah, Kris menutup sambungan telpon. Dengan bergegas, Kris menuju kamar Sarah. Dilihatnya ada seorang pegawai pria yang mengetuk pintu kamar Sarah. Kris segera menghampiri pria tersebut dan bertanya dengan nada tegas, “Apa yang Kau lakukan di sini dan siapa Kamu?” “Saya hanya ingin bertemu dengan penghuni kamar ini, katanya ada wanita cantiknya, ‘kan asyik untuk diajak ngobrol. Siapa tahu, kami berjodoh.” Kata pria itu. Kris menge

