Prisha berniat langsung pulang setelah pertemuannya dengan pamannya. Kepalanya terasa penuh dan ia hanya ingin kembali ke rumah, ke tempat yang terasa aman sejak ia menikah dengan Asraf. Namun baru beberapa langkah meninggalkan gedung itu, ponselnya bergetar di dalam tas. Sebuah pesan singkat masuk. [Fardan: Aku ingin bertemu. Tolong. Di kafe dekat taman kota. Aku hanya ingin menjelaskan.] Prisha membaca pesan itu sekilas, lalu mengunci layar tanpa membalas. Nama itu membawa ingatan yang tak ingin ia buka kembali. Ia melangkah menuju mobil, mencoba mengabaikan getaran di dadanya. Namun pesan lain masuk. [Fardan: Aku tahu semua ini sudah terlambat. Tapi, setidaknya dengarkan aku sekali saja.] Prisha berhenti. Ia menghela napas panjang, menatap jalanan di depannya. Ia tahu, apa pun pen

