bc

Kamu Hanya Milikku! Obsesi Liar Bos Mafia

book_age18+
56
IKUTI
1K
BACA
dark
family
HE
age gap
opposites attract
friends to lovers
badboy
mafia
gangster
heir/heiress
drama
sweet
lighthearted
serious
kicking
bold
campus
secrets
addiction
like
intro-logo
Uraian

Dicintai dan mencintai adalah dua hal yang berbeda.

Prisha adalah gadis dengan kecantikan yang tak bisa diabaikan—cantik yang menarik perhatian, sekaligus mengundang bahaya. Setelah kehilangan kedua orang tuanya, hidupnya runtuh dalam satu waktu. Rumah sakit, pemakaman, dan biaya hidupnya kini ditanggung oleh satu nama yang tak bisa ia tolak.

Asraf Zayed.

Bos mafia dari keluarga Pramulia.

Bagi dunia, Asraf adalah pria berkuasa yang ditakuti.

Bagi Prisha, ia adalah penolong yang datang dengan harga terlalu mahal.

Obsesi Asraf untuk memiliki Prisha dibungkus rapi sebagai tanggung jawab. Hutang besar keluarga Prisha dijadikan jaminan—alasan yang sah untuk terus berada di sisinya. Padahal Asraf tidak membutuhkan uang itu. Yang ia inginkan hanyalah Prisha tetap dekat, tetap berada dalam jangkauannya.

Namun cinta yang lahir dari paksaan tidak pernah terasa aman.

Prisha tidak bisa melawan. Ia tidak punya tempat pergi. Setiap kebaikan Asraf justru membuatnya semakin terjerat. Dan semakin Asraf menunjukkan cintanya, semakin Prisha merasa tercekik.

Karena dicintai oleh pria berbahaya bukanlah sebuah anugerah melainkan awal dari pilihan-pilihan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan.

Ketika cinta datang dari dunia gelap,

apakah perlindungan masih bisa dibedakan dari kepemilikan?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Obsesi
"Hmph." Prisha seolah dipaksa untuk melakukan hubungan ranjang yang cukup menjengkelkan. Prisha merasa bahwa Asraf sudah gila dan Asraf adalah iblis yang dapat memakannya kapan saja. Asraf membuka semua pakaian Prisha dengan paksa, lalu melakukan hubungan itu tanpa perlawanan Prisha, tanpa desahan Prisha, seolah Asraf bermain sendirian. Prisha merasakan deru napasnya yang menjadi-jadi, ia ingin mendesah, ia ingin menggelepar tak tahu malu, namun ia harus menahan diri, bukan ini yang ia inginkan. Bukan hal ini yang menjadi impiannya, ia tidak perlu kaya, ia tidak perlu dicintai dengan cara yang salah seperti ini. "Ouh ahh," desah Asraf ketika merasakan kenikmatan yang tiada bandingannya itu. "Mendesahlah. Keluarkan suaramu." Prisha membulatkan mata ketika Asraf membuka lebar kedua kakinya, memasukkan jarinya kedalam lembah itu membuat Prisha bergerak gelisah. Ini sudah terlalu menyenangkan. Namun, Prisha memilih diam dan tetap tidak mengeluarkan suara. "Suka? Kamu suka, 'kan?" tanya Asraf menarik jarinya lalu menindih Prisha lagi. "Sudah ku katakan, jika bersamaku, jangan menyebut nama lain." "Kamu iblis," umpat Prisha. "Iblis? Ini iblis yang akan menjagamu." "No. Aku tidak perlu dijaga." Prisha menolak. Asraf mencekik Prisha, membuat Prisha susah untuk bernapas, Asraf memang kasar, namun yang membuat Asraf seperti ini adalah sikap Prisha yang tidak pernah bersyukur. Prisha memalingkan wajah dan tidak mendengarkan perkataan Asraf, ia membiarkan Asraf bermain dengan tubuhnya, ya ini salah satu bayaran yang harus Asraf terima. *** "Kamu mau jadi pacarku? Aku menyukaimu sejak lama." Seorang gadis bernama Prisha menyatakan perasaannya pada pria dihadapannya. Prisha tersenyum dan menunggu jawaban, sementara di sekitar mereka banyak orang yang menonton. Tiba-tiba saja suara tembakan terdengar. Dalam hitungan detik, pelataran kampus yang tadinya penuh dengan hiruk-pikuk mahasiswa berubah menjadi zona perang yang sunyi. Keramaian berubah menjadi sepi karena semua orang melindungi diri ketika sang penguasa hadir ditengah mereka. Gadis yang bernama Prisha Arunima membulatkan mata ketika melihat seorang pria yang mengenakan setelan jas navy, datang ke kampus bersama beberapa bodyguardnya, membuat semua mata tertuju kepadanya. Pria itu melangkah maju. Satu langkah. Dua langkah. Setiap ketukan sepatunya di atas lantai semen terasa seperti detak jam menuju ledakan. “Kamu ternyata kabur kemari,” kata Asraf Zayed Pramulia membuang puntung rokoknya kesembarangan tempat. “Kamu kenapa kemari? Ini kampusku.” Asraf melihat sebuah kemeja berwarna putih yang dipegang oleh Prisha, lalu merebut kemeja itu dan membakarnya didepan semua orang, semuanya membulatkan mata termaksud pria yang berdiri dihadapan mereka, pria yang bernama Fardan, pria yang begitu disukai oleh Prisha. “Asraf, kamu—” “Kemeja yang kamu beli tidak cocok dengannya.” Fardan menarik Prisha dan merangkul Prisha didepan Asraf, membuat Asraf menyeringai penuh amarah. “Prisha sudah menyatakan perasaannya padaku, jadi dia sudah menjadi pacarku.” “Kamu menerimaku?” tanya Prisha memandang Fardan. “Ya. Kita sudah resmi berpacaran.” Fardan tersenyum, namun seperti terpaksa. Prisha begitu bahagia, lalu sebuah tangan menariknya kembali. “Apa? Pacaran? Atas izin siapa kamu menerima perasaan Prisha?” tanya Asraf dengan pistol ditangannya. Suasana menjadi riuh ketika pistol diacungkan Asraf kehadapan Fardan. Seolah Asraf siap menembakkan peluru itu ke kepala Fardan. “Kamu tidak pantas untuk Prisha.” “Fardan, sudah lah, biarkan Prisha dibawah olehnya. Kamu akan bahaya jika berurusan dengannya,” bisik salah satu gadis yang berdiri didekat Fardan. “Memangnya dia siapa?” “Dia adalah penguasa di kota ini. Kekayaannya dimana-mana, semua orang tunduk kepadanya, kamu tidak akan bisa melawannya, dia adalah … mafia kelas kakap.” “Mafia?” “Ya. Namanya … Asraf Zayed. Dari keluarga Pramulia.” “Apa?” Fardan membulatkan mata dan menoleh melihat gadis yang disampingnya, seolah mendengar namanya pun ia tahu siapa keluarga Pramulia. Karena tak ada lagi perlawanan Fardan, Asraf pun menggendong Prisha ala bridal style, Prisha mengamuk digendongan Asraf dan terus memukuli Asraf, namun Asraf malah semakin kuat menggendongnya. Asraf lalu memasukkan Prisha ke mobil dan akhirnya mereka pergi meninggalkan tempat itu, tempat dimana Prisha menyatakan perasaannya pada Fardan. Karena melihat amukan Prisha, Asraf lalu membius Prisha dan akhirnya ia bisa sedikit lebih tenang ketika gadis yang ia inginkan itu tak sadarkan diri. Asraf menatap wajah Prisha, menyentuh pipi Prisha dengan tangannya dan berkata, “Andai kamu lebih patuh, aku tidak akan mungkin menyakitimu.” *** “Ada apa denganmu, Asraf? Lepaskan aku!” Prisha itu duduk ditengah ranjang dengan satu tangan terikat oleh besi rantai dipinggir ranjang, berusaha menarik tangannya dari ikatan itu, namun sayangnya Prisha tidak berhasil sekuat apa pun usahanya. Prisha adalah gadis berusia 23 tahun dengan kecantikannya yang begitu terpancar, auranya tak main-main, wajah cantiknya membuat seorang pria begitu terobsesi memilikinya. Prisha yang kini berdiri dihadapannya itu sudah membuka satu persatu kancing kemejanya, seolah sudah siap untuk menerkam Prisha dengan cara memadunya diatas ranjang. “Kamu mau apa?” tanya Prisha merinding ketika Asraf berjalan mendekatinya. “Jangan macam-macam, Asraf.” “Aku sudah bilang, aku akan menghukummu jika kamu tidak patuh.” “Kenapa kamu melakukan ini? Apa tidak ada wanita lain?” tanya Prisha. “Tidak ada. Hanya ada kamu di hatiku. Dan, tidak ada orang lain.” Asraf mendekati Prisha, dan mengecup betis Prisha yang begitu putih. Asraf seperti mau gila rasanya, ia tidak bisa mengimbangi perasaan cintanya pada Prisha, hingga Prisha menjulukinya iblis. “Jangan. Tolong!” teriak Prisha. “Jangan lupa, Prisha. Kamu tidak bisa melawanku.” “Kenapa kamu melakukan ini kepadaku? Aku mau pergi.” “Kamu mau kemana? Kamu sudah tidak punya siapa-siapa.” “Aku masih punya Fardan.” Prisha berhasil menghentikan Asraf yang sedang mencumbunya. Asraf yang marah karena cemburu ketika mulut Prisha menyebut nama Fardan, lalu mencekik Prisha dengan satu tangannya. Membuat Prisha merasakan napasnya seolah terhalang. “Kamu hanya milikku, Prisha, tidak akan pernah menjadi milik siapa pun termaksud pria jelek yang kamu maksud itu.” Asraf menatap Prisha. “Jadi, jangan pernah membuatku menyakitimu.” Asraf menarik tangannya, membuat Prisha bernapas cepat karena berusaha menarik napas. Asraf membuka kemejanya, memperlihatkan tubuh sixpacknya pada Prisha. Prisha akui, Asraf pria yang tampan, bahkan ketampanannya, kekayaannya dan kesuksesannya tak ada yang dapat menandingi, Fardan tak ada apa-apanya, semua sudah diborong Asraf. Hanya satu yang Prisha tak sukai dari pria 32 tahun itu, suka memaksa dan menyakitinya. Prisha sudah tidak punya siapa pun, satu-satunya keluarganya sudah membuangnya, yaitu keluarga bibinya. Satu-satunya yang ia anggap keluarga hanya Fardan, namun Asraf selalu menghalanginya. Asraf mencumbu Prisha, membuat Prisha merasakan kenikmatan yang tiada bandingannya, ia sudah tersentuh, ia tidak bisa melawan dengan satu tangan terikat rantai besi. Asraf kejam, Asraf iblis, itu baginya. Namun, tak Prisha tahu selama ini Asraf sudah melindunginya diam-diam. “Kamu iblis,” umpat Prisha ketika merasakan pakaiannya sudah tak lagi menutupi tubuhnya. Asraf bermain sendiri dengan tubuh Prisha, tanpa wajah senang gadis itu. Semuanya karena keterpaksaan. Asraf sudah melewati batas, namun Prisha tak bisa melakukan apa pun, Asraf adalah pria yang kejam, yang dapat melakukan apa saja jika tidak sesuai keinginannya, Asraf terlalu terobsesi pada Prisha, bahkan membuat Prisha terpenjara oleh cinta yang Asraf miliki. Bagi Asraf, ini bukan obsesi tapi cinta. Selama ini, Asraf selalu menyesali setiap sikap kasarnya pada Prisha, bahkan Asraf selalu menghukum dirinya sendiri dengan cara menusuk tangannya, menusuk lengannya, agar rasa sakit yang Prisha rasakan, bisa ia balas dengan rasa sakit yang ia terima dari penyiksaannya sendiri. Pria yang Prisha cintai, tidak pernah ada ketika Prisha membutuhkannya, Fardan tak pernah ada disaat Prisha kehilangan banyak hal dalam hidupnya. Yang selalu ada untuk Prisha hanya Asraf, namun Prisha tak pernah mau melihat hal itu. Baginya, Fardan lah yang terbaik.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.8K
bc

TERNODA

read
199.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
73.5K
bc

My Secret Little Wife

read
132.5K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook